Uang Bisa Dicari, Tetapi Keikhlasan Lahirnya dari Hati
Terkait dengan hari raya Iduladha ini pada intinya memang tentang pengorbanan. Baik itu ibadah haji maupun ibadah kurban. Pengorbanan yang benar dan sesuai dengan tuntunan Islam, memang akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Sementara itu, pada realitas yang lebih luas di luar, manusia susah untuk mengorbankan ego, meskipun namanya Eko. Mereka lebih suka berpikir tentang gengsi, gaya hidup, nafsu pamer, dan keinginan "mulia" untuk terlihat lebih tinggi.
Padahal, Allah tidak menilai hal itu semua. Apa yang ada di dalam hati, dalam hal ini adalah keikhlasan dalam berkorban dan berkurban, akan diganjar dengan pahala yang lebih dari lumayan.
Iduladha ini sebenarnya punya kekhasan tersendiri dibandingkan dengan Idulfitri, lho! Kalau Idulfitri terjadi di bulan Syawal, bulan biasa. Dan, setelah Idulfitri tidak melakukan ibadah khusus.
Sedangkan untuk Iduladha ini, setelah salat berjamaah di tanah lapang atau di masjid besar, masih ada ibadah kurban. Bagi jamaah haji masih ada melempar jumrah dan lain sebagainya.
Dan, jangan lupa, Iduladha ini berada di bulan haram. Salah satu dari empat bulan yang dicintai Allah dalam setahun ini. Jadi, kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, akan sangat merugi.
Oleh karena itu menjadi tanda syukur masih bisa bertemu dengan Iduladha ini, masih bisa merasakan pula daging kurban setelah disembelih sesuai dengan syariat Islam. Dan, masih bisa menikmati masakan istri tercinta, meskipun marah-marahnya masih ada terus.
Coba seandainya syariat Islam menyembelih anak tidak diganti dengan hewan kurban, masih mau menjalankannya? Yang sekarang saja pakai hewan kurban, masih banyak yang tidak mau, kok, padahal secara harta dan ekonomi terhitung mampu.
Barangkali inti dari Iduladha ini bukan sekadar menyembelih hewan kurban ataupun berangkat naik haji ke Tanah Suci.
Namun, yang lebih utama adalah belajar untuk menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri yang selama ini sulit dilepaskan. Yuk, jadikan sifat-sifat yang tidak baik, bisa terkikis sampai habis.
Ibaratnya, uang habis itu masih bisa dicari, sedangkan rasa ikhlas yang terkikis, itu yang berat untuk dirasakan efeknya di dunia dan akhirat nanti.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.