Like
Ternyata, Diet yang Berhasil adalah Diet yang Membosankan
Konsistensi adalah perjuangan yang sangat berat saat ini. Begitu banyak distraksi, gangguan, godaan, hingga membuat seseorang sangat susah konsisten. Termasuk dalam urusan diet ini, bahkan diet ketat atau ekstrem.Mungkin kita tidak punya pengingat untuk terus diet. Beda dengan idol Korea yang mereka punya tim khusus. Namanya industri hiburan, seorang artis pastilah dikelilingi oleh orang-orang yang berkepentingan dengannya.
Orang biasa, ketika mau diet ekstem ala idol Korea itu mau sampai kapan? Satu hari, dua hari, satu pekan, atau dua bulan? Apakah sanggup? Apakah mampu?
Ternyata, setelah direnungi dengan perenungan yang dalam, asal jangan repot-repot masuk sumur, diet yang berhasil itu biasanya memang tampak biasa-biasa saja.
Yah, tetap makan cukup. Tambah dengan olahraga ringan. Jangan lupa tidur juga cukup. Hal itu dilakukan konsisten setiap hari, setiap malam.
Memang tidak viral dan dramatis. Tidak bisa juga dijadikan konten TikTok yang nantinya jadi FYP. Namun, ternyata model hidup seperti itulah yang efektif.
Tidak Selamanya Kurus itu Memang Baik Buat Kamu
Suatu kali, saya tertarik untuk menerapkan pola seperti yang diajarkan oleh dokter Zaidul, seorang praktisi herbal. Katanya, hindari nasi putih, gula, minyak goreng, tepung, dan produk olahan susu.Saya mulai dengan tidak makan nasi putih selama 3 hari. Yap, cukup 3 hari ternyata mampu menurunkan berat badan dengan nilai yang cukup signifikan.
Namun, badan saya yang jadi kurus mendapat penilaian negatif dari beberapa teman. Katanya, saya tidak cocok dengan postur seperti itu. Tubuh yang tinggi tetapi kurus, mirip orang penyakitan.
Saya berkaca, betul juga. Saya jadi tampak kurus dan terlihat aneh. Akhirnya, saya pun kembali makan nasi putih. Saya tidak tahu, sampai umur sekarang ini, sudah berapa butir nasi saya makan, ya? Siapa orang yang bisa saya tanya?
Begitulah contoh sebuah diet yang pernah saya lakukan. Cuma mengurangi makan nasi putih, mampu membuat berat badan saya berkurang.
Namun, menjadi kurus tidak cocok untuk semua orang. Ada yang lebih terlihat menarik dengan tubuh gemuknya. Ada yang setengah gemuk, maupun seperempat gemuk, tetapi tetap tidak terlihat jelek.
Idol Korea mau diet ekstrem silakan saja. Toh, mereka mencari uang dengan tubuhnya sendiri. Suara, akting, penampilan, busana, dan ukuran tubuh, semuanya bisa dijual dalam sebuah industri hiburan yang sangat keras dan tajam persaingan.
Kita sebagai manusia biasa dan bukan idol, tidak perlu meniru kehidupan mereka. Be-emers tahu masalah terbesar kita apa sekarang?
Jawabannya, bukan karena terlalu gemuk, melainkan karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Seorang motivator pernah mengatakan bahwa yang paling melelahkan itu memang selalu bersandar pada penilaian orang lain.
Yap, kenapa harus selalu standarnya penilaian orang lain? Memangnya mereka semua guru? Honorer kah?
Kenyataannya, tubuh setiap orang memang berbeda. Kebutuhan setiap orang juga tidak sama. Satu lagi, perjalanan kesehatan setiap orang juga berbeda.
Perlu kita ketahui bahwa kurus memang menyenangkan bagi sebagian orang. Namun, jangan salah, sehat itu jauh lebih penting daripada sekadar angka yang muncul di atas timbangan.
Mau kamu pakai timbangan digital maupun timbangan yang ada di Posyandu, kesehatan tetaplah nomor satu. Bukan sekadar diet ekstrem hingga menjadi sangat kurus, yang akhirnya membuat kesehatan jadi makin tergerus.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.