3 Cara Seru Manfaatkan Momen Piala Dunia untuk Healing Mental

3 Cara Seru Manfaatkan Momen Piala Dunia untuk Healing Mental. Sumber Gambar Adobe Express

3 Cara Seru Manfaatkan Momen Piala Dunia untuk Healing Mental. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, di hari-hari biasa, hidup kita ini sudah penuh dengan deadline dan target. Benar enggak sih? Baik bagi yang masih sekolah, kuliah, sudah kerja, hingga yang sudah menikah.

Deadline mengerjakan tugas, deadline menyerahkan laporan ke pimpinan, deadline menyelesaikan membaca buku, hingga deadline submit artikel di Bisnis Muda hehe..
 
Juga dikejar oleh berbagai target. Target rencana terlaksana hingga 80%, target nabung 20%, target menikah, target punya rumah, dan sederet target - target yang lain.
 
Di tengah penatnya rutinitas, momen Piala Dunia hadir menyedot perhatian setiap orang. Penulis misalnya. Meskipun penulis kurang paham siapa lawan siapa, dan enggak begitu fokus menonton saat awal-awal pertunjukan. Tetapi momen piala dunia ternyata efektif untuk healing mental. 
 
Gimana caranya? Yuk, intip tiga cara berikut memanfaatkan momen Piala Dunia untuk healing pikiran:
 

3 Cara Seru Manfaatkan Momen Piala Dunia untuk Healing Mental 

Berikut adalah 3 cara seru memanfaatkan momen piala dunia untuk healing mental yang lebih baik: 
 

1. Meruntuhkan "Aturan Gawai" dan Nikmati Waktu Bareng Keluarga

Be-emers, salah satu hal yang paling menyenangkan ketika momen Piala Dunia adalah: tingkat omelan anggota keluarga yang menurun drastis, bahkan bisa mencapai titik nol!
 
Pada hari biasa, di rumah penulis misalnya, ada hanya boleh menatap layar monitor atau televisi (TV) maksimal 30 menit. Begitu lewat 30 menit, alarm omelan akan terus berbunyi. Misalnya
 
"Sudah nontonnya, dari tadi nonton terus!"
"Sudah nonton satu setengah jam, kan? Sudah berhenti, sana belajar! Belajar saja nggak ada 30 menit, nonton TV bisa sampai satu setengah jam!”
 
Mendengar omelan tersebut, kita biasanya hanya bisa bengong. Mau melawan pun nggak mungkin, tambah runyam urusan. Akhirnya kita mematikan TV tersebut, sambil ikut ngomel dalam hati, "Sudah belajar di sekolah selama 7–8 jam, masih dianggap nggak belajar."
 
Namun, aturan ketat itu akan runtuh saat ada momen Piala Dunia. Mau Nonton dua - empat jam, bebas! Tidak ada yang melarang karena biasanya semua anggota keluarga bakalan berkumpul untuk menyaksikan Piala Dunia tersebut. 
 

2. Bisa Tidur Malam Sambil Menyantap Makanan Ringan

Yang enak dan menyenangkan saat piala dunia adalah seolah semua anggota keluarga berkenan menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli makanan dan minuman ringan (kudapan atau camilan), untuk teman nonton Piala Dunia. Misalnya keripik singkong dan minuman bersoda.
  • Yang sedang diet: sementara bisa melupakan aturan dietnya. 
  • Yang super hemat: yaitu yang super ketat mengelola keuangan, pun dengan rela dan senang hati akan menganggarkan keuangan demi iuran, dan sebagainya.
Jika di hari biasa kudapan ini sulit ditemui, di momen Piala Dunia, bisa dipastikan pasti tersedia. Menariknya, seolah ada perjanjian tidak tertulis bersama, bahwa: camilan tersebut tidak boleh dimakan kecuali ketika mulak menonton, hehe..
 
Ditambah lagi, (seolah) ada izin dari orang tua untuk boleh tidur malam, sampai pertandingan selesai. Lengkap deh, kombinasi sempurna untuk melepaskam segala penat yang ada.