Bisnis Furnitur Dimulai dari Kepercayaan: Belajar Sukses dari Praba Living

Furnitur sofa/sumber: instagram @praba.living

Furnitur sofa/sumber: instagram @praba.living

 
"Maulah berbisnis furnitur seperti kamu? Kayaknya asyik deh bisa berbisnis seperti itu?"
 
Pertanyaan itu hadir saat melihat keberhasilan seorang teman dalam membangun bisnis furnitur dan mebel.

Rukonya sengaja digunakan untuk menjual perabotan rumah tangga ini. Berbagai macam perabotan dipajangnya di depan ruko dan beberapa lagi di bagian pintu masuk.
 
Perabotan rumah tangga itu banyak, lemari, tempat tidur, kursi, dan sebagainya. Lalu, saya mencoba untuk mencari tahu apa sih yang membuat beliau berani berbisnis?
 
Ketika saya tanyakan, beliau berbisnis ini berawal dari sebuah kepercayaan. Kepercayaan itu berasal dari seorang relasi yang ada di luar kota. Dia ingin menginvestasikan bisnisnya hingga teman saya hanya menjualkannya saja.
 

Strategi Agar Bisnis Furnitur Sukses

Saat sebuah bisnis dibangun dengan sebuah kepercayaan, maka tidak ada keinginan untuk mengkhianatinya. Langkah yang ditempuh pun harus hati-hati sebab menjaga sebuah kepercayaan itu tidak mudah.

Saat kepercayaan itu ada, orang akan menjaga kepercayaan itu dengan seoptimal mungkin.
 
Setelah kepercayaan diperoleh, maka seorang pebisnis harus tahu pangsa pasarnya, lalu merencanakan strategi pemasarannya.

Apakah furnitur yang akan dijual adalah furnitur untuk kelas ekonomi menengah ke atas atau menengah ke bawah.

Para pebisnis bisa melihat peluang itu dari survei ke toko furnitur online atau pun offline. Dengan begitu, dia bisa menentukan furnitur apa yang harus disediakan di tokonya.