Biar Makin Stand Out! Ini 5 Cara Menentukan Unique Selling Point Bisnis Furniture

USP Praba Living (Sumber gambar: Instagram @Praba.living)

USP Praba Living (Sumber gambar: Instagram @Praba.living)


Setiap bisnis pasti punya keunikannya sendiri kan, Be-emers? Mulai dari produk, logo, bahkan media sosial, pastinya enggak mau sama seperti kompetitor ya?

Nah ini namanya USP, Be-emers.

Kalau kamu udah paham bahwa brand furniture itu perlu USP kamu ada di jalur yang tepat, Be-emers.
 

Tips Mengembangkan Unique Selling Point untuk Produk Furniture

Artikel ini bakal kasih beberapa tips  biar kamu bisa menemukan dan menentukan USP dari brand kamu sendiri. 
 

1. Fokus pada Solusi Masalah Konsumen 

Jadi seorang pembisnis itu, jangan cuma jualan bentuk perabotan yang bagus saja tanpa memikirkan fungsinya, Be-emers.

Tapi cari tahu juga apa saja keluhan yang paling sering dialami orang-orang saat membeli perabotan rumah tangga saat ini.


Terutama misal kalau emang pernah ada keluhaan sama brand kamu sendiri. Enggak usah malu atau merasa gagal, jadikan ini sebagai bahan evaluasi kedepannya. 

Sebagai solusinya, kamu bisa menciptakan furnitur yang sesuai dengan target pasar mu, Be-emers.
 

2. Gabungkan Fungsi Perabotan dengan Sentuhan Seni

Enggak terlalu sulit kok untuk menemukan USP, Be-emers. 

Kamu juga bisa meniru langkah cerdas Praba Living yang menggandeng desainer dan seniman perempuan lokal untuk merilis berbagai furniture premium atau memamerkan lukisan di showroom.

Selain meniru kamu juga bisa modifikasi agar USP dari brand kamu lebih menonjol, Be-emers. 

Misal tambahkan dari segi brandingannya yang lebih colorfull atau sesuai sama identitas brand kamu sendiri. 
 

3. Mendukung Gaya Ramah Lingkungan

Ramah lingkungan untuk bisnis ini itu bukan sekedar trend aja, Be-emers.

Tapi diangggap sebagai kewajiban.

Baca Juga: Perempuan Juga Bisa Maju Lewat Bisnis! Strategi Bisnis Furniture ala Founder dari Praba Living

Untuk mendukung langkah ini, kamu bisa memakai jenis material tertentu sebagai identitas utama dari seluruh produk yang dipasarkan.

Contoh dimulai dengan konsisten menggunakan kayu daur ulang atau kain perca untuk beberap furniture yang minimalis.