Kata saham sering terdengar di telinga, tetapi pengertiannya tidak begitu paham sehingga kata itu terasa asing.
Dalam kehidupan ekonomi, saham sering juga dibahas. Sebuah perusahaan besar pasti memiliki saham dan dipegang oleh beberapa orang yang disebut pemegang saham.
Namun, apa sih sebenarnya saham itu? Selain saham ada juga yang disebut dengan emiten sehingga sebagai pemula dua kata ini seolah-olah sama, tetapi nyatanya berbeda.
Apa Itu Saham dan Apa Itu Emiten?
Dikutip di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, saham adalah 1) bagian; andil; sero (tentang permodalan); 2) sumbangan (pikiran dan tenaga); 3) surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor, sedangkan emiten adalah badan usaha (pemerintah) yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan.
Jadi, emiten itu yang mengeluarkan saham. Dikutip dari laman hpam.co.id, emiten adalah perusahaan yang sahamnya diperjualbelikan di pasar modal. Emiten ini bisa berupa perusahaan swasta atau BUMN, baik terbuka maupun tertutup.
Jadi, saham merupakan bagian dari emiten dan tidak bisa dipisahkan sama satu sama lainnya. Keduanya saling berhubungan dalam pasar modal.
Saat sebuah perusahaan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat umum untuk pertama kali dan resmi mencatatkan sahamnya di bursa efek (seperti Bursa Efek Indonesia/BEI), maka penawaran pertama inilah yang kita sebut dengan IPO (
Initial Public Offering).
Hal inilah yang menyebabkan sebuah Perusahaan Tertutup (PT) berubah statusnya menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk).
Namun, penawaran IPO ini pastinya akan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi. Keterjangkauan harga cukup mengiurkan bagi yang mau berinvestasi, tetapi sebelum berinvestasi itu, kamu harus kenali dulu beberapa sebab, keuntungan, dan risiko dalam menjalaninya. Apa saja itu?
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.