7 Prinsip Bangun Bisnis Furniture Long Lasting dengan Partner ala Founder Praba Living

7 Prinsip Bangun Bisnis Furnitur Long Lasting Dengan Partner Ala Founder Praba Living. Sumber Gambar Adobe Express

7 Prinsip Bangun Bisnis Furnitur Long Lasting Dengan Partner Ala Founder Praba Living. Sumber Gambar Adobe Express

Like
Be-emers bisnis furnitur tidak hanya bisa dilakukan oleh kaum pria lho, kaum Srikandi pun bisa melaksanakan.

Dan hasilnya pun sudah dibuktikan dengan baik oleh Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar, founder Furnitur Praba Living.
 
Mungkin Be-emers bertanya, “Dua orang mengelola bisnis bersama, memang bisa sejalan?” 
 
Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan mengelola bisnis bersama mitra. Kelebihannya ada teman diskusi untuk memutuskan yang terbaik.
 

7 Tips Membangun Bisnis dengan Partner  yang Langgeng ala Founder Praba Living

Kekurangannya antara lain beda pendapat. Tapi Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar ini punya tips khusus agar bisnis furniturnya berkembang dan long lasting. Yuk simak!
 

1. Menjual Produk Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan 

Awal mula Praba Living terbentuk adalah berawal dari masalah yang dihadapi oleh para owner. Sebagai orang yang gemar menghabiskan waktunya di rumah, Kak Kak Anisa Sirman dan Dinda Muchtar mengharapkan sofa yang nyaman dan empuk.

Sayangnya, produk furnitur di pasaran saat itu dinilai kurang nyaman, kurang kokoh, dan kain penutupnya kasar.
 
Melihat adanya kebutuhan ini, Praba Living mulai memproduksi furnitur yang menjawab kebutuhannya sekaligus kebutuhan pelanggan, yaitu sofa dan furnitur yang kokoh, halus, serta empuk.
 

2. Rajin Menganalisis Kebutuhan Pasar dan Riset Tren

Tidak hanya bekerja dan membuat barang berdasarkan keinginan pribadi masing-masing, Kak Anisa dan Dinda juga gemar melakukan riset pasar.
  • Riset di toko furnitur: dengan menanyakan berbagai informasi mengenai jenis furnitur yang sering dicari pembeli, gender pembeli, ataupun kualitas furnitur yang diinginkan pembeli.
  • Riset ke pelanggan langsung: yaitu bertanya langsung kepada pelanggan mengenai jenis furnitur yang diinginkan oleh mereka, kualitasnya, warnanya, dan sebagainya.
 

3. Memilih Bahan Baku Berkualitas 

Bahan baku yang bermutu akan menghasilkan produk yang bermutu. Oleh karena itu Praba Living menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk mencari bahan baku yang sesuai standar Praba Living. Bahkan mencarinya hingga berbagai pelosok daerah di Indonesia.
 

4. Manajemen Modal dan Pengendalian Mutu

Tidak langsung menggelontorkan semua modal yang ada, Praba Living mengelola modal dengan menggunakan strategi:
  • Sistem Pre-Order (PO) 50%: yaitu membuka pesanan dengan uang muka 50%, untuk memastikan uang kas tetap ada dan produk terjual sesuai pesanan.
  • Putar keuntungan: keuntungan yang diperoleh tidak langsung dihabiskan, melainkan segera diputar kembali.
  • Strategi maraton, bukan sprint: yaitu membangun bisnis secara furniture secara untuk jangka panjang, perlahan tetapi pasti.
  • Mengatur self-reward: tetap memberi self-reward, tetapi tetap dalam proporsi yang terkendali, sehingga dapat fokus pada produk. 
  • Fokus ke pengendalian mutu: keuntungan yang ada digunakan untuk riset pengendalian dan pengembangan mutu.
 

5. Manajemen Waktu dan Support System yang Baik

Bisnis furniture yang dikelola oleh kak Anisa dan Dinda lebih menerapkan ke manajemen waktu. 
  • Membuat jadwal dan perencanaan 
  • Mematuhi tenggat waktu dengan bekerja seefisien mungkin
  • Tidak membuang waktu
  • Komunikasi secara efisien via pesan singkat. 
  • Support system yang baik, baik ke keluarga masing-masing, ataupun antara kak Anisa dan kak Dinda itu sendiri. Dengan berkomunikasi ke pihak keluarga, dan saling mendorong untuk terus melakukan lebih.


6. Optimalkan Pemasaran, Produk Custom, dan Layanan Purna Jual

Pangsa pasar industri furnitur bisa terus dikembangkan dengan terus meningkatkan pemasaran.
  • Menjaga kualitas: dengan menjaga kualitas produk furniture pelanggan akan merekomendasikan produk Praba Living ke saudara, rekan, dan kolega mereka.
  • Aktif menggali informasi: tidak hanya menunggu pelanggan merekomendasikan, Praba Living juga aktif menggali informasi dari para pelanggan. Misalnya dengan bertanya: “Adakah anggota keluarga yang sedang membangun hunian, atau pindah rumah, atau butuh furnitur baru?”
  • Memanfaatkan media sosial: Sebagian besar pemasaran yang dilakukan oleh Praba Living juga dengan memasarkan secara organik dengan memanfaatkan media sosial.
  • Produk custom dan layanan purna jual: bisa memesan produk sesuai keinginan (customised), dan layanan purna jual seperti membersihkan furnitur gratis, dapat meningkatkan penjualan furnitur Praba Living.