Tips Memulai Bisnis, Begini Cara Pilih Franchise yang Tepat di 2021

Franchise - Canva

Franchise - Canva

Memulai bisnis dari nol, tentu saja memerlukan banyak persiapan dan waktu yang enggak sedikit. Sayangnya, enggak semua orang yang tertarik terjun ke dunia usaha sempat untuk meluangkan waktu dan tenaganya buat membangun bisnis.

Di sisi lain, konsep bisnis kemitraan berupa waralaba (franchise) pun muncul dan menjadi alternatif bagi kamu yang tertarik menjalankan usaha secara praktis.

Bisnis franchise bisa jadi pilihan menarik untuk kamu yang masih bingung menentukan ide usaha yang akan dijalani. Soalnya, franchise biasanya sudah memiliki konsep dan ide yang matang untuk para mitranya.

Bahkan, menurut Managing Partner Inventure Yuswohady, dikutip dari Bisnis, waralaba layak dijadikan pilihan buat kamu yang berencana memulai investasi di sektor riil tahun 2021. Soalnya, franchise dinilai punya risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan membangun usaha dari nol.

Meski terlihat lebih santai, kamu juga enggak boleh sembarangan dalam memilih bisnis franchise lho, Be-emers. Apa saja yang harus dipertimbangkan untuk memilih franchise yang tepat di tahun 2021?

Baca Juga: Usaha Sendiri vs Franchise, Lebih Baik Mana?
 

Franchise yang Menawarkan Produk Kebutuhan Dasar

Salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum berbisnis waralaba yaitu adanya faktor kecenderungan masyarakat mengurangi belanja kebutuhan sekunder dan tersier mereka lho!

Untuk itu, menurut Yuswohady, sebaiknya pilihlah franchise yang menawarkan produk-produk kebutuhan dasar atau basic needs.

Soalnya, banyak orang yang tahun ini cenderung lebih fokus pada kebutuhan tabungan atau dana darurat. Jadi, waralaba yang terkait dengan gaya hidup justru dinilai bukan pilihan yang tepat untuk dijalani tahun ini.

Misalnya, toko kelontong, pasar swalayan, apotek, dan binatu malah jadi waralaba yang layak dijadikan pilihan, lantaran semuanya terkait dengan kebutuhan dasar.

Baca Juga: Manfaatkan Peluang di Tengah Pandemi, Franchise Apotek Bisa Kamu Coba Nih

Walaupun, perlu pengkajian lebih lanjut untuk menentukan nilai investasi, lokasi, dan faktor-faktor terkait untuk mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh atau meminimalisasi risiko.

Selain itu, kedai makanan atau restoran juga dinilai layak untuk dipilih. Namun dengan beberapa catatan, termasuk diantaranya adalah pemanfaatan teknologi, khususnya platform daring untuk mendongkrak penjualan.

Lebih lanjut, ia juga menilai, waralaba seperti lembaga kursus, institusi pendidikan, dan klinik kesehatan masih akan prospektif setelah pandemi usai. Yang jadi sorotan, pemanfaatan teknologi menjadi sebuah keharusan untuk mampu bersaing dengan platform online lainnya.