Produk Fashion Elnisha Boutique yang Dipasarkan Melalui Platform E-Commerce (Sumber gambar: Instagram elnishaboutique)
Pernah tidak sih mengalami hal seperti ini?
Awalnya cuma ingin membuka marketplace sebentar. Sekadar melihat-lihat model baju yang lewat di beranda. Scroll sedikit, berhenti di satu produk, lalu lanjut lagi.
Beberapa menit kemudian baru sadar... satu baju sudah masuk keranjang.
Hal seperti ini sekarang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Belanja pakaian tidak selalu harus pergi ke mall atau berjalan dari satu toko ke toko lain. Kadang cukup duduk santai, membuka ponsel, dan berbagai pilihan outfit sudah muncul di layar.
Tanpa terasa, kebiasaan kecil ini perlahan mengubah banyak hal.
Be-emers, perubahan cara orang berbelanja ternyata juga ikut memengaruhi cara orang menjalankan bisnis fashion.
Beberapa tahun lalu, membuka usaha pakaian hampir selalu identik dengan toko fisik. Pemilik usaha menata etalase, menggantung berbagai model baju, lalu menunggu pembeli datang. Cara itu tentu masih ada sampai sekarang, tetapi perlahan muncul cara lain yang tidak kalah menarik: berjualan secara online.
Salah satu brand yang ikut merasakan perubahan ini adalah Elnisha Boutique, brand fashion muslimah yang didirikan oleh Manisha Khumairo.
Sebelum menjual produknya secara online, usaha keluarga mereka berjalan secara offline di Tanah Abang. Kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai pusat perdagangan pakaian.
Banyak pedagang menggantungkan penjualan dari pembeli yang datang langsung ke toko.
Namun ketika pandemi datang, suasananya berubah. Aktivitas jual beli tidak lagi seramai biasanya. Banyak pelaku usaha mulai berpikir ulang tentang bagaimana bisnis bisa tetap berjalan.
Di tengah situasi seperti itu, Elnisha mulai mencoba cara baru: menjual produk lewat internet.
Mereka membuka toko di beberapa platform e-commerce seperti TikTok Shop dan Shopee. Bagi tim yang sebelumnya terbiasa melayani pembeli secara langsung, langkah ini tentu terasa cukup berbeda.
Ada banyak hal yang harus dipelajari. Mulai dari memahami cara kerja marketplace, memikirkan foto produk, sampai mencoba berbagai cara promosi agar produk bisa ditemukan oleh lebih banyak orang.
Tidak semuanya langsung terasa mudah. Kadang harus mencoba beberapa cara sebelum menemukan yang benar-benar cocok.
Namun dari proses itu perlahan terlihat satu hal yang cukup menarik. Ketika produk mulai dijual secara online, peluang untuk menemukan pembeli baru ternyata bisa jauh lebih luas.
Dari pengalaman seperti itu, banyak pelaku usaha fashion mulai memikirkan hal yang sama.
Sebenarnya, apa saja keuntungan berjualan produk fashion secara online?
Apakah benar hanya soal menghemat biaya sewa toko dan operasional? Atau justru ada peluang lain yang membuat banyak brand mulai serius memanfaatkan platform digital?
Baca Juga: 6 Rahasia Elnisha Boutique Menentukan Keyword Produk, Laris dan Cuan Terus!
Keuntungan Jualan Online untuk Produk Fashion, Tertarik Coba?
Berikut adalah keuntungan jualan online untuk produk fashion yang perlu kamu ketahui:
1. Jangkauan Pasar Menjadi Lebih Luas
Jika sebuah toko berada di satu tempat tertentu, biasanya pembelinya datang dari orang-orang yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Semakin ramai tempatnya, biasanya semakin besar kemungkinan orang mampir.Namun tetap saja, ada batasnya. Ketika bisnis dijalankan secara online, situasinya terasa berbeda.
Produk yang diunggah ke marketplace atau media sosial dapat dilihat oleh siapa saja. Bahkan seseorang yang berada di kota lain bisa langsung melakukan pemesanan tanpa harus datang ke toko.
Hal seperti ini juga dirasakan oleh Elnisha Boutique setelah mulai memanfaatkan platform digital. Produk mereka yang awalnya dikenal oleh pelanggan di satu area perlahan mulai dibeli oleh orang-orang dari berbagai daerah.
Internet membuat jarak yang sebelumnya terasa jauh menjadi terasa lebih dekat.
2. Hubungan dengan Pelanggan Bisa Terbangun Lebih Dekat
Dalam bisnis fashion, orang sering membeli bukan hanya karena produknya saja. Tidak sedikit orang yang akhirnya tertarik pada sebuah produk karena cerita di balik brand tersebut. Kadang bukan hanya bajunya yang membuat penasaran, tetapi juga bagaimana brand itu dibangun.Di sinilah platform online memberi ruang yang cukup besar.
Lewat media sosial atau sesi live shopping, brand bisa berkomunikasi langsung dengan calon pembeli. Orang yang menonton bisa melihat detail pakaian lebih dekat, menanyakan jenis bahan, atau sekadar memastikan ukuran yang paling cocok sebelum membeli.
Interaksi seperti ini sering membuat suasana belanja terasa lebih akrab. Meskipun berlangsung lewat layar ponsel, percakapannya tetap terasa seperti sedang berbicara dengan penjual di toko.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.