Ekonomi Digital dalam Pusaran Kesenjangan Teknologi Hingga Privasi Data

Like

Memang Ekonomi Digital Penting Ya?

Ingat kritik Jack Ma sebelum dia menghilang sekitar 2 bulan? pendiri Alibaba itu menceritakan kalau sistem keuangan di China itu bisa menghambat inovasi. Soalnya, sistem keuangan yang kolot menghambat banyak orang untuk mengakses pendanaan lewat pinjaman bank. 

Dalam pidato jelang IPO Ant Financial itu, Jack Ma bilang dengan data dan ekonomi digital, proses pengajuan bisa lebih mudah bagi para debitur dan risiko lebih rendah bagi para lembaga keuangan. 

“Dengan big data, kita bisa membuat scoring credit yang lebih akurat sehingga risiko kredit bermasalah juga bisa diredam,” ceritanya hingga bikin pemerintah China geram. 

Senada dengan Jack Ma, Ajay menjelaskan dengan contoh pentingnya ekonomi digital. Misalnya, ada seorang petani yang harus menjual hasil panennya. Dia harus pergi dalam perjalanan selama dua hari ke pasar terdekat. 

Setelah itu, sang petani pulang dan kembali pergi untuk membeli pupuk dan kebutuhan penanaman selanjutnya. Aktivitas ini sangat tidak efisien dan produktif. 


“Jika saya dapat menghubungkan sang petani dengan internet. Petani bisa mendapatkan banyak informasi soal pupuk dari koperasi, menjual produk, informasi, sampai menerima uang secara online,” ceritanya. 

Dengan begitu, proses distribusi bisa dipangkas lebih efisien dan si petani fokus untuk lebih produktif. Lalu, dari aktivitas online yang dilakukannya, sang petani juga bisa mendapatkan pinjaman modal yang layak untuk mengembangkan lahan pertaniannya. 

Selain itu, beberapa manfaat ekonomi digital dengan transaksi nontunai lainnya adalah transparansi transaksi sehingga tindakan pencucian uang bisa dideteksi. Lalu, ekonomi digital juga lebih efisien dari biaya pencetakan uang dan proses penyimpanan dan penarikan uang yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.