Mengenal Istilah Mark Up dan Mark Down untuk Menentukan Harga

sumber: freepik

sumber: freepik

Dalam dunia bisnis, kamu harus mengerti istilah istilah dalam bisnis. Salah satu istilah yang perlu kamu ketahui dalam menentukan harga adalah mark up dan mark down. Hal ini berlaku bagi semua pelaku usaha, baik sebagai produsen, distributor, maupun konsumen. 

Harga sangat akrab dikenal pada dunia usaha tersebut karena dianggap nilai tukar yang sepadan dengan produk. Artinya, harga tidak bisa ditentukan sembarangan agar bisnis terus berjalan.

Ada perhitungan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dari berbagai faktor. Hal tersebut dilakukan agar harga tetap kompetitif dan mempertahankan kepercayaan konsumen.

Baca Juga: Strategi Paling Ampuh, Yuk Intip Pengertian Bundling dalam Dunia Bisnis
 

Apa Itu Mark Up?

Mark up adalah metode penentuan harga dengan peningkatan harga yang telah ditambahkan pada biaya dari sebuah produk untuk menentukan harga jual produk tersebut. Jadi, mark up adalah menambahan biaya dari suatu produk guna menghasilkan harga jual yang baru.

Perlakuan mark up menyebabkan margin menjadi naik. Margin sendiri adalah tingkat keuntungan awal yang diambil dari barang yang akan dijual (satuan persen).

Mark up merupakan metode penentuan harga yang paling sederhana dan banyak digunakan. Tujuan Mark up adalah untuk mengurangi atau menutup biaya tidak langsung serta laba rugi perusahaan. bisa disimpulkan bahwa harga mark up adalah harga yang naik dari harga dasarnya karena terjadi suatu penyesuaian.

Rumus sederhana mark up adalah:
Harga Jual = Biaya Beli Produk + Mark Up


 

Apa Itu Mark Down?

Kebalikannya dari mark up, mark down adalah metode penentuan harga dengan menurunkan harga jual. Tujuan dilakukannya mark down adalah dengan penjualan produk dengan harga rendah, diharapkan bisa bikin penjualan naik.

Hal tersebut harus dilakukan karena harga dari suatu produk tidak bisa diharapkan untuk meningkat, maka dilakukanlah mark down.

Tapi, dengan melakukan mark down bukan berarti peritel merugi karena masuh dapat keuntungan walaupun lebih sedikit. Mark down biasanya dilakukan ketika kondisi produk dalam keadaan tidak maksimal atau biasanya dilakukan saat akhir tahun atau cuci gudang. 

Rumus sederhana menentukan harga dengan mark down adalah:
Harga Jual = Biaya Beli Produk  – Mark Down


Baca Juga: Cara Promosi Bisnis Untuk Raih Untung Berlipat
 

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Untuk Mark Up dan Mark Down Harga:

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan harga dengan metode mark up. Soalnya, banyak yang menganggap tujuan mark up adalah meningkatkan keuntungan.

Namun, bila salah menentukan harga yang kompetitif, justru kamu bisa jadi rugi. Berikut adalah pertimbangan yang perlu diperhatikan

Target Penjualan
Kamu harus paham klasifikasi target penjualan agar dapat menentukan harga yang tepat. Target penjualan sangat penting untuk digunakan sebagai acuan berapa lama produk atau barang berada di toko.

Hal itu juga dapat menentukan jumlah banyak produk yang harus terjual dalam sebulan atau sehari. Selain mark up, target penjualan juga dapat kamu gunakan sebagai acuan untuk metode mark down agar promosi yang kamu lakukan tepat dan tidak membuat rugi perusahaan.

Biaya Oprasional
Tidak hanya memperhatikan HPP dan biaya produksi, biaya operasional juga harus diperhatikan. Banyak penjual yang membutuhkan biaya operasional menyangkut biaya komunikasi, transportasi dan biaya pengemasan.

Setelah biaya operasional dihitung baru kamu bisa memperhitungkan berapa banyak mark up yang akan ditentukan.

Harga kompetitor
Hal ini penting untuk menentukan harga. Dengan memperhatikan harga pesaing, kamu bisa menentukan harga yang kompetitif.

Jangan sampai, menentukan harga yang terlalu tinggi dan malah membuat konsumen beralih.