Apple Rugi Lebih dari US$6 Miliar! Ini Pemicunya

Apple Terkendala Rugi Lebih dari US$6 Miliar Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Apple Terkendala Rugi Lebih dari US$6 Miliar Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Seperti yang kita ketahui, Apple Inc. merupakan salah satu perusahan teknologi terbesar di dunia. Namun, Apple justru dikabarkan rugi hingga lebih dari US$6 miliar lho, Be-emers!

Dilaporkan The Verge, Apple baru saja membukukan pendapatan yang kuat untuk kuartal keempat tahun fiskal 2021. Bahkan, pendapatan tersebut jadi yang tertinggi sepanjang masa, khususnya untuk layanan dan divisi Mac.

Perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut dilaporkan telah membukukan pendapatan sebesar US$83,4 miliar. Pendapatan tersebut meningkat 29 persen dari tahun ke tahun lho.

Namun, pendapatan yang diraih Apple Inc. itu ternyata di bawah prediksi Wall Street, yang mana mereka sebelumnya berekspektasi di kisaran US$84,85 miliar.

Baca Juga: Apple Rilis Lap Kain Seharga Rp200 Ribuan, Buat Apa Sih Fungsinya?
 

Kerugian dari Rantai Pasokan

Meski telah mencetak kinerja yang cukup kuat, pihak Apple enggak menampik kalau kinerjanya juga terhalang masalah. Salah satunya yakni kendala rantai pasokan.


Pasalnya, dilansir The Verge, CEO Apple Inc. Tim Cook mengatakan bahwa kendala rantai pasokan memiliki dampak yang jelas pada hasil keuangan kuartal ini. Bahkan, kendala pasokan lebih besar dari yang diprediksi, yakni US$6 miliar.

Sejumlah kendala rantai pasokan tersebut, disebutkan Cook, antara lain akibat dari:
  • Kekurangan Chip di seluruh industri
  • Pandemi Covid-19
  • Gangguan manufaktur di Asia Tenggara

Sementara itu, Apple menghadapi tantangan rantai pasokan utama, yakni iPhone kelas atas tetap masih sulit ditemukan di lokasi ritel Apple. Terlebih, kini MacBook Pro 14 inci dan 16 inci sudah tersedia.

Hal itu jelas jadi kekhawatiran seiring dengan antusiasme dan demand pasar yang cukup tinggi terhadap produk-produk Apple. Sedangkan di satu sisi, Apple Inc. masih harus berhadapan dengan rantai pasokan.

Jika Apple enggak bisa mengatasi masalah tersebut, bisa jadi akan sangat sulit bagi para Apple Fanboy untuk membeli gadget terbaru Apple nih, Be-emers.

Adapun, meski iPhone terbaru tidak dirilis hingga akhir kuartal, tetapi bisnis iPhone secara keseluruhan terus menunjukkan momentum yang kuat lho. Dilaporkan The Verge, bisnis iPhone naik 47 persen lebih dari tahun sebelumnya.

Gimana menurut kamu, Be-emers?