Pemanfaatan AI dalam Ekonomi Digital dan Menuju Era Industri 5.0

Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence kini menjadi harapan serta peluang baru di sektor ekonomi

Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence kini menjadi harapan serta peluang baru di sektor ekonomi

Like

Teknologi adalah instrumen yang didesain oleh manusia dengan tujuan mempermudah serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan mereka.

Kemajuan teknologi yang kita rasakan hari ini seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Penguasaan teknologi merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara. Sebuah negara akan dikatakan maju apabila memiliki perangkat dan tingkat penguasaan teknologi yang tinggi.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi sangat diperlukan oleh setiap negara, maka tidak heran jika hari ini kita melihat setiap negara berlomba-lomba dalam meneliti dan mengembangkan teknologi baru pada beberapa bidang.

Perkembangan dan berbagai penemuan terbaru di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi telah membawa kita memasuki era baru.

Transformasi digital memungkinkan setiap individu bebas untuk mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi kapanpun dan dimanapun tanpa batas (borderless).


Disisi lain hal ini juga mengubah perilaku masyarakat secara sosial, ekonomi dan budaya dengan cepat. Kemajuan yang dicapai hari ini menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dan berinovasi dengan cepat.

Transformasi digital di Indonesia adalah sebuah proses pembangunan dan penggunaan teknologi di bidang informasi maupun komunikasi. Tujuannya adalah untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari mulai dari pendidikan, kesehatan, bisnis, pemerintahan, dan lain sebagainya.

Perkembangan dan percepatan teknologi yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir telah menimbulkan banyak perubahan dalam aktifitas ekonomi. Aktifitas ekonomi yang berlangsung hari ini sudah semakin praktis dan mudah.

Menyikapi hal ini pemerintah dan para pelaku bisnis wajib adaptif dan dinamis. Untuk mewujudkan ekonomi yang terus bertumbuh pemerintah harus menyediakan regulasi yang tepat dan berimbang sehingga mampu mendorong produktivitas para pelaku bisnis.


Transformasi Digital Melahirkan Artificial Intelligence (AI)


Transformasi digital yang terjadi hari ini turut melahirkan keterampilan dan teknologi baru. Hal ini kita kenal dengan istilah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Artificial Intelligence (AI) merupakan kecerdasan buatan yang mirip dengan fungsi kognitif manusia yang digunakan untuk memecahkan sebuah persoalan, dengan cara belajar dan berfikir layaknya manusia. AI hari ini memiliki peminat yang sangat banyak karena keberhasilannya dalam machine learning.

Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence kini menjadi harapan serta peluang baru di sektor ekonomi.
Dengan adanya AI aktifitas ekonomi dan bisnis bisa menjadi lebih mudah dan efisien, aktifitas ekonomi dan bisnis bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Dengan AI pelaku usaha dapat meminimalisir modal dan penggunaan tenaga kerja serta dapat memaksimalkan keuntungan melalui jasa layanan dan penjualan. Selain itu dengan bantuan AI para pelaku usaha dapat memaksimalkan dan meningkatkan ekonomi digital di Indonesia.


Ekonomi Digital di Indonesia


Konsep ekonomi digital pertama kali diperkenalkan oleh Don Tapscott melalui  bukunya The digital economy: Promise and peril in the age of networked intelligence.

Dalam bukunya Tapscott menyebutkan bahwa ekonomi digital juga disebut  dengan ekonomi  baru, hal  ini ditandai dengan penggunaan informasi digital secara eksklusif, akan tetapi ekonomi digital tidak hanya merujuk pada pasar teknologi informasi dan komunikasi saja saja (Budiarta dkk, 2020).

Ekonomi digital adalah perilaku manusia dalam memilih dan memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan perangkat teknologi (gadget).

Dengan demikian manusia tidak perlu lagi kepasar untuk mendapatkan barang dan jasa tetapi cukup dengan ponsel pintarnya maka barang dan jasa sudah bisa sampai dirumah (Permana dan Puspitaningsih, 2019).

Sektor ekonomi digital yang mengalami pertumbuhan paling pesat adalah e-commerce dan financial technology (fintech). E-commerce adalah cara pembelian dan menawarkan atau memperdagangkan suatu barang, melakukan administrasi, proses data secara online melalui internet (Deshmukh, 2019; Khan,2016).

Dengan adanya e-commerce masyarakat dapat melakukan transaksi ekonomi jauh lebih cepat dan aman, dari segi biayapun, operasional e-commerce diyakini lebih murah karena tidak membutuhkan tempat khusus untuk berjualan.


Revolusi Industru 5.0


Belum lama kita mendengar konsep dan istilah revolusi industri 4.0 akan tetapi Jepang sudah hadir dengan konsep Society 5.0. Konsep baru ini diyakini dapat menggantikan 4 versi sebelumnya yang hanya menitikberatkan pada produksi barang atau jasa.

Kehadiran revolusi industri 5.0 ini telah berdampak pada semua bidang. Revolusi Industri 5.0 adalah konsep yang masih dalam tahap pengembangan yang mengacu pada perkembangan teknologi yang terus meningkatkan otomatisasi dan digitalisasi dalam industri dan sektor produksi.

Konsep ini berfokus pada kombinasi teknologi dan skill manusia, serta kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang lebih responsif dan adaptif responsif terhadap perubahan dalam lingkungan produksi.

Revolusi Industri 5.0 lebih berfokus pada integrasi antara teknologi canggih seperti AI, IoT, dan teknologi robot dengan skil manusia dan inovasi yang dapat mendorong perkembangan sistem produksi yang lebih efisiktif dan fleksibel.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar, fokus pada pengalaman pelanggan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebanyak 66,48 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada tahun 2022 dan 62,10 persen pada tahun 2021. Tingginya penggunaan internet ini mencerminkan keterbukaan informasi dan penerimaan masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Tingginya angka pengguna internet di Indonesia tidak terlepas dari pesatnya perkembangan smartphone. Pada tahun 2022 tercatat 67,88 persen penduduk di Indonesia telah memiliki smartphone. Data ini menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang mencapai 65,87 persen.

Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif lebih dari 191 juta jiwa yang sebagian besarnya merupakan Generasi Z Hingga 2030. Indonesia diprediksi membutuhkan tenaga kerja yang menguasai dunia digital sebanyak 9 juta orang.

Angka ini harus menjadi perhatian pemerintah selaku pemangku kepentingan sehingga mampu memberikan solusi yang tepat dalam menjawab tantangan ini. Ditengah tantangan zaman yang semakin berat Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai kendala terutama di bidang sumber daya manusia.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di 10 kota besar di Indonesia terhadap masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, mulai dari Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Ambon, Balikpapan, Bandung, Batam, dan Denpasar diketahui sebanyak 54 persen masyarakat Indonesia kurang paham terhadap isu iptek.

Angka tersebut menjadi gambaran betapa besarnya upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk menumbuhkembangkan iptek.


Perkembangan E-commerce di Indonesia


Pengguna e-commerce di Indonesia selalu bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data Statista Market Insights, jumlah pengguna lokapasar daring atau e-commerce di Indonesia mencapai 178,94 juta orang pada 2022.

Jumlah tersebut meningkat 12,79 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 158,65 juta pengguna. Melihat trennya, pengguna e-commerce di Indonesia terpantau terus meningkat. Jumlahnya pun diperkirakan mencapai 196,47 juta pengguna hingga akhir tahun 2023.

Tren kenaikan jumlah pengguna e-commerce ini diprediksi masih terus terjadi hingga empat tahun ke depan. Pada 2027, Statista memperkirakan jumlah pengguna e-commerce di dalam negeri mencapai 244,67 juta orang.

Adapun, Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi e-commerce di Indonesia sebesar Rp476,3 triliun pada 2022. Nilai itu didapatkan dari 3,49 miliar transaksi di e-commerce sepanjang tahun lalu.

Nilai transaksi e-commerce pada 2022 lebih tinggi 18,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp401 triliun. Kendati, angkanya masih di bawah target bank sentral sebesar Rp489 triliun. Peningkatan pengguna e-commerce di Indonesia tentu menjadi peluang emas yang tidak boleh dilewatkan.

Pemerintah dan pelaku bisnis tentu harus memanfaatkan potensi ekonomi yang ditimbulkan dari pengguna e-commerce ini, dengan program, strategi dan kebijakan yang terukur pemerintah diharapkan mampu memaksimalkan ini sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi bangsa.


Manfaat Menggunakan E-commerce


Meningkatnya pengguna internet dan e-commerce di Indonesia merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional. Dengan menggunakan platform e-commerce, ada beberapa manfaat dan kemudahan yang akan didapatkan oleh para pelaku bisnis.

Pertama, e-commerce  dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terkendala oleh batasan geografis. Kedua, e-commerce mampu meningkatkan efisiensi bisnis karena tidak mesti menyewa tempat usaha dan mempekerjakan banyak karyawan.

Ketiga, melalui e-commerce para pelaku bisnis bisa mengumpulkan data konsumen yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan strategis bisnis.


Tantangan dalam E-commerce


Meskipun e-commerce memiliki peluang yang besar untuk sukses dimasa depan namun bukan berarti terbebas dari berbagai tantangan. Pertama, persaingan di e-commerce yang ketat dapat membuat bisnis sulit untuk berkembang.

Kedua, kepercayaan konsumen terhadap bisnis online masih relatif rendah sehingga butuh upaya ekstra dalam membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Ketiga, risiko keamanan informasi dan privasi konsumen juga menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh bisnis e-commerce.

Untuk menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut pemerintah mesti menyiapkan produk unggul dan berdayaguna berupa aplikasi mutakhir yang telah diintegrasikan dengan Artificial Intelligence.

Peluang dan tantangan ekonomi tidak hanya menjadi tugas pemerintah namun semua lapisan masyarakat. Potensi jumlah penduduk dan banyaknya pengunjung e-commerce merupakan peluang emas yang harus di eksekusi secara tepat dan bijak.

E-commerce adalah salah satu bentuk bisnis digital yang memiliki peluang besar namun juga tantangan yang kompleks. Dengan memahami peluang dan tantangan di e-commerce serta pemanfaat Artificial Intelligence dengan bijak para pelaku bisnis digital diharapkan mampu memaksimalkan potensi bisnis mereka pada era digitalisasi saat ini.

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.