Perempuan Indonesia Wajib Melek Literasi Keuangan!

Literasi keuangan untuk perempuan itu penting loh!

Literasi keuangan untuk perempuan itu penting loh!

Like

Setuju nggak, kalau dalam rumah tangga itu suami ibarat menteri tenaga kerja dan istri ibarat menteri keuangan. Keduanya haruslah bersinergi agar tercapai keluarga yang sejahtera.

Sebagai menteri keuangan, seorang istri tentu dituntut untuk pandai mengelola finansial. Sebesar apapun pendapatan, kalau sang istri yang berperan sebagai menteri keuangan tidak pandai mengaturnya ya pasti akan kurang juga.

Kalau soal pandai mengatur keuangan, aku harus berkaca diri dalam-dalam sih. Masih banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam mengatur keuangan keluarga. Makanya nih, beberapa bulan ini aku lagi getol banget belajar finansial literasi. Mumpung masih muda, masih bisa berkarya dan berkarier ya kan?

Sebagian Besar Orang Indonesia Buta Soal Keuangan

Beberapa artikel yang aku baca memang menyebutkan rata-rata orang Indonesia masih buta soal keuangan. Makanya nggak heran jika berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 oleh OJK kurang dari 30% orang Indonesia yang melek keuangan. Artinya, tingkat pemahanan masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk dan jasa keuangan masih cukup rendah.


Melalui survei tersebut juga terungkap bahwa tingkat literasi keuangan perempuan (25,5%) lebih rendah dari pria (33,2%). Nah, ini nih yang harusnya disadari banyak perempuan karena lebih berisiko terdampak berbagai isu sosial seperti kejutan finansial tak terduga dan kesenjangan sosial. Ini merupakan tantangan yang harus dapat diatasi oleh semua pihak karena pentingnya peranan perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Terlebih di situasi pandemi seperti ini, aku semakin berintrospeksi diri, sejauh mana sih aku menata keuangan keluarga dan mempersiapkan tabungan dan investasi untuk masa depan. Asli deh, sekarang aku sadar betul betapa pentingnya mengatur keuangan matang-matang, karena apa yang terjadi di depan, benar-benar tidak terduga. Yah, seperti pandemi yang terjadi ini contohnya.

Dari hasil baca-baca buku keuangan dan juga sharing dengan pakar finansial, ada 5 tips yang bisa kita lakukan dalam mengelola keuangan keluarga, yaitu:
  1. Buat Rencana Pengeluaran, hal ini dapat mempermudah kita mengontrol berapa banyak pengeluaran yang harus kita keluarkan.
  2. No Utang Konsumtif, sebisa mungkin tidak berhutang untuk hal-hal yang tidak penting, salah satunya dengan batasi penggunaan kartu kredit.
  3. Tabung dan Investasi, setiap pendapatan yang kita terima jangan lupa sisihkan untuk tabungan dan investasi.
  4. Dana Darurat, wajib punya dana darurat, agar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita dapat memenuhi kebutuhan dengan dana darurat tersebut.
  5. Usahakan Memiliki Asuransi Jiwa dan Kesehatan, pentingnya memproteksi diri dan keluarga demi kenyamanan masa depan. 

Sebenarnya tips tersebut akan lebih mudah dicapai, jika kita mampu mengalokasikan penghasilan sesuai dengan pos idealnya masing-masing, yaitu:
  • Zakat, Infak, Sedekah = 5%
  • Dana darurat & asuransi = 10%
  • Biaya hidup = 30%
  • Cicilan pinjaman = 30%
  • Investasi = 15%
  • Gaya hidup =10%

Yuk, para perempuan Indonesia saatnya kita ambil peran untuk mensejaterakan keluarga dengan pandai mengatur keuangan! ^_^