Ilustrasi sedang mengatur keuangan di tengah terjadi konflik (Foto Freepik.com)
Be-emers, konflik antara Iran vs Israel-Amerika makin memanas. Setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia, kini Selat Hormuz alami gangguan.
Padahal, Selat Hormuz adalah jalur penting dalam distribusi minyak global. Jika konflik terus berlangsung, tentunya ini akan mempengaruhi ekonomi global.
Lantas, menyikapi hal ini apa yang bisa kita lakukan ya? Sebagai individu, kamu bisa melakukan antisipasi keuangan mandiri. Tujuannya adalah untuk menyiapkan dana darurat di tengah kondisi yang semakin tidak pasti.
5 Antisipasi Keuangan yang Bisa Dilakukan di Tengah Konflik Iran vs Israel-Amerika
Berikut adalah 5 perilaku antisipasi keuangan yang bisa kamu lakukan di tengah konflik yang kini terjadi antara Iran vs Israel-Amerika
1. Lebih Bijak dalam Berutang
Be-emers, paylater atau kartu kredit adalah salah satu pembayaran yang sah. Tujuannya untuk mempermudah orang membeli barang dengan sistem mencicil. Menggunakan keduanya, sah-sah saja. Asalkan digunakan untuk tujuan produktif.
Di tengah konflik yang tengah terjadi, meskipun tidak terdampak secara langsung ada baiknya kita lebih bijak dalam berutang. Baik ketika menggunakan sistem paylater atau kredit. Hindari utang yang sifatnya konsumtif dan hanya menjadi beban pengeluaran dari pendapatan.
Baca Juga: Menyiapkan Dana Darurat Ketika Konflik, Ini yang Bisa Dilakukan!
2. Hindari Belanja Konsumtif
Di tengah ketidakpastian global, ada baiknya kamu menghindari belanja konsumtif. Belanja konsumtif umumnya berasal dari keinginan dan sejatinya tidak benar-benar diperlukan. Apalagi, kalau tujuannya adalah hanya untuk mengimpresi orang lain.
Tentunya, ini bakal bikin beban pengeluaran kamu bertambah. Misalnya, daripada membeli barang baru, apakah barang yang kamu miliki kini masih bisa diperbaiki.
3. Mulai Siapkan Dana Darurat
Sesuai dengan namanya, dana darurat berfungsi memberikan perlindungan di tengah situasi darurat. Misalnya, situasi seperti konflik yang kini sedang terjadi.
Umumnya, ketika menyiapkan dana darurat direkomendasikan untuk menyisihkan 10-20 persen dari gaji dengan target 3-6 bulan dari total pengeluaran. Supaya dana darurat kamu benar terkumpul, bisa menyiapkannya di awal gajian ya!
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.