Ramadan tinggal menghitung hari. Antusias masyarakat dalam menyambut kedatangan bulan penuh berkah dan hikmah tersebut, semakin terlihat dari berbagai tradisi yang dilakukan di berbagai daerah.
Tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadan diturunkan dari generasi ke generasi. Meskipun, berbeda pada umumnya kegiatan dan istilah yang dilakukan dan digunakan hampir serupa.
Seperti berkumpul dan makan bersama, pawai kelilingi, zirah kubur dan ritual membersihkan diri.
Dalam agama Islam sendiri, menyambut gembira datangnya bulan Ramadan merupakan bagian dari ajaran Rasullulah SAW.
Karena di dalamnya terdapat keistimewaan-keistimewaan. Hal tersebut disebutkan dalam beberapa hadits.
Salah satunya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Nasâ’i, Rasulullah bersabda,
"Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan diikat."Baca Juga: Tradisi Ziarah, Nyekar, dan Ruwah Makam Jelang Ramadan
Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadan di Berbagai Daerah
Berikut beberapa tradisi unik menyambut bulan Ramadan di berbagai daerah di Indonesia:
1. Nyorog (Jakarta) dan Ngirimi (Cilacap)
Nyorog adalah tradisi menyambut bulan Ramadan dengan mengantarkan makanan kepada orang tua atau mertua untuk menghormati dan menunjukkan rasa kasih sayang.
Dilihat dari kegiatannya, di daerah kelahiran saya, Cilacap juga ada kegiatan serupa dengan istilah berbeda yaitu ngirimi.
Semasa kecil kegiatan ini rutin dilakukan di setiap tahun. Bukan hanya kepada orang tua tetapi juga kerabat-kerabat yang dituakan.
Berbeda dengan masayarakat Jakarta yang biasanya mengantarkan makanan berupa hidangan khas seperti kerak telor, dodol, dan kue kembang goyang.
Di daerah Cilacap, biasanya makanan yang diantarkan berupa nasi dan lauk pauk.
2. Meugang (Aceh) dan Malamang (Sumatra Barat)
Tradisi menyambut bulan Ramadan di Aceh adalah memasak dan menyantap daging bersama keluarga serta yatim piatu sehari sebelum puasa atau dikenal dengan istilah Meugang.
Daging yang bisanya dimasak adalah daging sapi, kambing atau kerbau. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh sepanjang tahun ini.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian sosial yaitu kasih sayang terhadap anak-anak yatim piatu.
Hampir serupa dengan Meugang, di Sumatera Barat juga terdapat tradisi masak menyambut bulan Ramadan. Yaitu membuat nasi lemang (beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar).
Kegitan tersebut merupakan ajang berkumpul dan mempererat hubungan sosial komunitas masyarakat Minangkabau sambil menikmati makanan khas lemang tersebut.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.