6 Survival Guide Agar Tetap Waras Saat Mudik dan Kumpul Keluarga Besar

Survival guide saat mudik dan kumpul (Pexels)

Survival guide saat mudik dan kumpul (Pexels)


Mudik sejatinya menjadi momentum membahagiakan. Selain merayakan Hari Kemenangan, inilah saat kita bertemu dengan keluarga besar di kampung halaman. Sayangnya, tidak semua orang beruntung memiliki keluarga yang menyenangkan.

Iseng scrolling Instagram, saya menemukan banyak meme berisi hal yang ingin dilakukan setelah salat Ied nanti. Kebanyakan anak muda ingin rebahan saja, menghilang dari ajang kumpul yang seringnya berujung adu pencapaian.


Survival Guide Saat Mudik Agar Mental Tetap Terjaga

Setelah menelaah lebih jauh, namanya Lebaran Blues. Fenomena merasakan lelah dan cemas bahkan sebelum Hari Raya tiba.

Bagi kamu yang merasakan hal ini tetapi tidak bisa menghindar, yuk siapkan hacks berikut.

1. Playlist Penyelamat

Dalam hidup, setiap orang pasti punya lagu favorit. Buatlah playlist khusus sebelum berangkat. Musik bisa membantu menurunkan stres saat perjalanan panjang, juga kekhawatiran jelang sampai ke rumah kerabat.

Daftarnya bisa 
lagu nostalgia masa kecil, lagu dengan ritme yang bikin semangat, bisa juga lagu dengan genre yang gampang bikin tidur nyenyak. Sesuaikan saja dengan selera kamu ya!

Baca Juga: 3 Tips Mudik dan Berkumpul Keluarga Secara Utuh Tanpa Distraksi Gawai 



2. Headset

Agar bisa mendengarkan musik dengan fokus, tentu harus ada headset supaya tidak mengganggu lingkungan sekitar. 

Namun, belakangan saya menggunakan earphone untuk fungsi baru: menghindar dari diskusi yang tidak menyenangkan. Pasang headset seolah sedang sibuk mendengarkan sesuatu, padahal kosongan (alias nggak dengerin apapun).


3. Snack

Sediakan camilan agar perjalanan menyenangkan. Bawalah kudapan favorit kamu.

Bisa permen lolipop, biskuit, dark chocolate, apapun yang ampuh bikin mood kamu stabil kembali.


4. Journal/Notes

Kamu tipikal orang yang stresnya baru bisa berkurang dengan cara menulis? Maka bawalah jurnal yang selama ini menemani hari kamu. Agar tetap merasa senang, bisa membawa setidaknya 3 pulpen atau spidol warna agar agenda journaling menyenangkan.

Apa yang ditulis? Bisa hal yang kamu syukuri pada lebaran tahun ini, emosi karena tante satu itu menceramahi kamu terus, atau hal yang kamu rasakan hari itu. 

Kalau agak repot, bisa juga mengandalkan memo di handphone yang juga praktis untuk menulis kapan saja.


5. Script Daftar Jawaban

'Kapan nikah, kok sudah usia 30+ masih sendiri saja?'
'Itu sepupu kamu berhasil jadi PNS, kamu kerjanya apa sekarang?'
'Anak kamu harusnya sudah bisa jalan tau, kayak anaknya si L tuh'
'Kamu kemarin lahiran apa? Normal atau caesar?


Di samping biaya mudik yang tak sedikit, inilah salah satu faktor utama yang bikin semakin banyak orang malas kumpul keluarga (termasuk saya). Entah, sepertinya generasi boomer mulai kehilangan bahan untuk diskusi dengan gen masa kini.

Rasanya sebal, tetapi jangan sampai pertanyaan ngga penting ini memengaruhi mood kamu sepanjang lebaran ya. Jawablah dengan cara elegan tapi langsung ke poinnya:
 
“Iya nih belum menikah tante soalnya ngga mau salah pilih pasangan. Menikah kan untuk bahagia, bukan menderita"
“Masih kerja di bidang yang aku suka. Memang gaji belum 2 digit, tapi cukup dan ngga harus pinjam uang sama saudara”
“Iya nih anakku memang belum bisa jalan cepat, karena anak kan punya waktunya”
Tujuannya bukan menjelaskan panjang, tapi mengakhiri percakapan supaya pertanyaan tidak melebar.

Bahkan kalau kita sudah paham betul kondisi keluarga besar secara utuh, ajang tanya jawab ini sebenarnya bisa jadi skakmat supaya keluarga ngga kepo terlalu jauh.