Pentingnya Dana Darurat dan Asuransi untuk Menghadapi Banjir

Persiapan dana dan asuransi untuk menghadapi situasi darurat karena bencana. Freepik.com

Like

Be-emers, kita tidak pernah tahu kapan datangnya musibah. Meskipun tidak menginginkan, musibah bisa terjadi tanpa bisa dihindari.

Untuk itulah pentingnya kita mempersiapkan dana dan asuransi. Sehingga ketika terjadi musibah, kita bisa lebih siap menghadapinya. 
 

Pentingnya Dana Darurat untuk Menghadapi Musibah

Be-emers, dana darurat adalah dana yang disiapkan khusus untuk menghadapi situasi darurat. Seperti terjadinya bencana alam, kecelakaan dan lain sebagainya. 
 
Tujuan dari dana darurat ini adalah agar ketika terjadi situasi darurat, secara keuangan kita menjadi lebih siap untuk menghadapi. Tanpa harus mengandalkan pinjaman atau bantuan orang lain. 

Baca Juga: Menyiasati Dampak Banjir dengan Asuransi dan Dana Darurat
 

Jumlah Ideal Dana Darurat

Setiap orang memiliki kondisi keuangan berbeda-beda. Begitu juga bentuk musibah yang orang terima. Namun, mengikuti standar umum, ada perhitungan tersendiri mengenai jumlah dana darurat yang ideal, berdasarkan tingkat kebutuhan secara umum.

Contohnya sebagai berikut:
  • Lajang: 3–6 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran bulanan
  • Menikah dengan anak: 9–12 kali pengeluaran bulanan
  • Memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi atau penghasilan tidak tetap: 12 kali pengeluaran bulanan
Namun, jika Be-emers tinggal di daerah rawan bencana seperti daerah rawan banjir misalnya. Sebaiknya alokasikan dana darurat dengan jumlah yang lebih besar. 
 
 

Tempat Menyimpan Dana Darurat

Agar tidak kesulitan, dana darurat sebaiknya di simpan di tempat aman dan mudah diakses atau dicairkan. Berikut beberapa saran yang bisa diterapkan:
 

1. Rekening tabungan khusus

Dana darurat harus dipisahkan dadi dana biasa atau kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut bertujuan agar dana darurat aman dari pemakaian. Baik itu untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan hiburan. 
 

2. Deposito berjangka fleksibel

Dana darurat ini juga bisa disimpan dalam bentuk deposit berjangka fleksibel. Karena, pilihan ini termasuk aman dan mudah dicairkan. Sehingga dapat diambil ketika mengalami situasi darurat tanpa ribet. 
 

3. Reksa dana pasar uang 

Reksa dana pasar uang memiliki likuiditas tinggi dan potensi imbal hasil lebih besar daripada tabungan biasa. Namun, ada kelebihannya adalah mudah dicairkan dalam waktu singkat, sehingga bisa menjadi pilihan. 
 

Tips Menyiapkan Dana Darurat

Be-emers, jika memungkinkan, kita bisa begitu saja mengambil dana dari sebagian gaji atau pendapatan yang dimiliki.

Kemudian menyimpannya sebagai dana darurat atau memisahkan dengan dana kebutuhan sehari-hari. 
 
Sayangnya tidak semua orang semudah itu dalam keuangan. Oleh karena itu, kita bisa menyiapkan dana darurat dengan cara bertahap, sesuai kondisi finansial dan risiko masing-masing individu.


Tips yang bisa dipercaya yaitu sebagai berikut:
  1. Be-emers, dapat menentukan kisaran jumlah dana darurat yang dimiliki dengan menyesuaikan dengan dana yang dimiliki. 
  2. Mengalokasikan dana setiap bulannya untuk dana darurat. Tips memungkinkan dilakukan setiap orang yang memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Syaratnya adalah disiplin mengalokasikan dana setiap bulan untuk dana darurat, misalnya 10–20%.
  3. Tips ketiga yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil penghasilan tambahan (seperti bonus atau THR). Hal ini memungkinkan untuk mempercepat pengumpulan dana.
  4. Dari pada mengeluarkan dana untuk keperluan yang tidak penting, lebih baik menggunakannya untuk tabungan dana darurat.