Mengenal Hybrid-Entrepreneur, Ini Risiko yang Perlu Kamu Waspadai

Entrepreneur - Canva

Like

Buat kamu yang masih kerja kantoran sambil menjalani banyak bisnis atau usaha di luar pekerjaan utama, mungkin kamu termasuk dalam kategori hybrid-entrepreneur nih.

Timothy B. Folta, dalam penelitiannya di Institute of Industrial Economics, mendefinisikan wirausaha hibrida atau hybrid-entrepreneur sebagai seseorang yang terlibat dalam aktivitas wirausaha sekaligus memegang pekerjaan utama dalam pekerjaan yang menghasilkan upah.

Terkesan sambil menyelam minum air, hybrid-entrepreneur memang bisa menghasilkan cuan dalam waktu yang bersamaan. Bahkan, dikutip dari Forbes, penelitian yang ditulis Dr. Joseph Raffiee, menunjukkan bahwa mereka yang bekerja saat memulai usaha punya peluang untuk sukses secara “bertumpuk”.

Selain itu, kamu dinilai lebih siap jika usaha kamu gagal, karena masih ada back up pemasukan dari gaji atau upah di kantor. Para hybrid-entrepreneur juga dinilai lebih bisa mempertahankan jaringan dibanding orang-orang yang memilih resign dari kantor untuk menjalani wirausaha.

Meski begitu, menjalani kehidupan sebagai hybrid-entrepreneur juga enggak mudah lho. Berbagai risiko, seperti lelah hingga jenuh dan stres, juga perlu kamu waspadai nih.


Pekerjaan Jadi Tak Selaras

Kalau usaha yang kamu jalani bertolak belakang dengan jabatan atau pekerjaan kamu di kantor, kemungkinan untuk bisa fokus di keduanya dinilai minim. Forbes menyebutkan kalau ini bisa jadi tantangan sekaligus risko untuk kamu.


Manajemen waktu kamu di dua kegiatan tersebut juga menuntut untuk lebih adil. Kamu enggak boleh hanya mementingkan satu sisi saja nih.

Kalau kamu enggak fokus di keduanya, bekerja di kantor dan menjalani bisnis, maka salah satunya bisa terbengkalai lho. Jadi kamu harus pintar mengatur waktu juga ya!


Prioritas

Jika pada akhirnya waktu 24 jam dirasa belum cukup untuk mengurus pekerjaan dan bisnismu, risikonya, kamu harus memilih atau memprioritaskan salah satu dari keduanya.

Namun, kamu perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Misalnya, kamu lebih memilih untuk fokus menjalani usaha, pastikan jaringan pertemanan kamu di tempat kerja tetap terkoneksi dengan baik.


Mendapat Teguran dari Kantor

Perusahaan tentunya menuntut kita untuk 100 persen berkontribusi dengan pekerjaan yang kita jalani. Enggak dipungkiri, ada perusahaan yang bahkan enggak memperbolehkan karyawan menjalani bisnis sampingan karena takut mengganggu konsentrasi bekerja.

Di sisi lain, meski ada juga perusahaan yang membebaskan hal itu, kamu tetap perlu berhati-hati. Soalnya, kalau kamu lebih fokus ke bisnis yang dijalani, memungkinkan pekerjaan kantormu jadi terbengkalai dan berakhir pada teguran dari perusahaan. Duh!


Jenuh dan Kelelahan Bekerja

Dikutip dari Bisnis, meskipun dapat meraih cuan secara sekaligus, jadi seorang hybrid-entrepreneur juga bisa berisiko kelelahan hingga kejenuhan dengan relatif cepat lho! Soalnya, waktu istirahat kamu tentu akan berkurang.

Kejenuhan bekerja juga bisa membuat kamu stres, bahkan burnout nih, Be-emers. Makanya, kamu juga perlu mematuhi jadwal kerja dan menerapkan work life balance, yakni tahu batasan kapan harus cari cuan dan istirahat.

Selain itu, kamu juga harus disiplin dan konsisten. Enggak lupa, biar enggak blunder, kamu harus bisa memahami tujuan dan alasan kamu sebagai hybrid-entrepreneur.

Jangan lupa istirahat ya. Kalau capek, rehat sejenak sambil streaming film kesukaan kamu saja dulu!