Elnisha Boutique dan Transformasi Bisnis Fesyen Keluarga di Tengah Tantangan Digital

Salah satu produk Elnisha Boutique (Sumber: Instagram Elnisha Boutique)

Salah satu produk Elnisha Boutique (Sumber: Instagram Elnisha Boutique)


Di tengah era globalisasi, transformasi digital kini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan bagi semua pelaku usaha, termasuk bisnis fesyen.

Pasalnya, perubahan perilaku konsumen kini mulai beradaptasi dengan cepat di dunia belanja online. Fenomena tersebut muncul terutama setelah pandemi covid-19 yang mengubah pola transaksi secara signifikan. 

Dilansir dari laman Kemenkeu (7/3/2023), nilai industri digital Indonesia tumbuh signifikan dari Rp 41 miliar dollar pada 2019 menjadi Rp 77 miliar pada 2022 dan diperkirakan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Hal tersebut tentu didorong oleh berbagai faktor, seperti e-commerce dan media online. 

Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti mengungkapkan ada banyak manfaat yang diperoleh dari ekonomi digital di Indonesia. 

“Salah satu kesempatan yang dapat dimanfaatkan dari ekonomi digital adalah membantu mengakselerasi bisnis Indonesia melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perkembangan ekonomi syariah. Indonesia memiliki hampir 64 juta UMKM dalam perekonomian. Ini menyumbang 97 persen dari angkatan kerja negara dan berkontribusi lebih dari 60 persen dari PDB,” ujarnya. 


Momentum pertumbuhan ekonomi digital tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM termasuk bisnis fesyen untuk memperluas pasar melalui platform daring. 

Transformasi ini tidak hanya menuntut adaptasi teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dalam menjalankan bisnis keluarga yang sebelumnya mengandalkan sistem konvensional.

Baca Juga: Belajar dari Elnisha Boutique: 6 Ide Bisnis Fashion Ramadan yang Patut Dilirik, Bisa Jadi Cuan!

Kondisi serupa dialami keluarga di balik Elnisha Boutique, bisnis fesyen yang sudah berjalan 2 tahun lamanya. Ketika usaha fashion offline milik orang tuanya di Tanah Abang terdampak pandemi dan mengalami penurunan omzet drastis, Manisha melihat peluang dari pesatnya perkembangan ekonomi digital. 

Dari situlah Elnisha Boutique lahir sebagai bentuk transformasi bisnis keluarga, yang perlahan beralih dari model penjualan tradisional menuju strategi berbasis e-commerce dan digital marketing.

“Awal Elnisha dibangun itu sebenarnya dari keresahan orang tua aku yang seorang pemilik bisnis di toko Tanah Abang. Sebelum Covid, ya itu Tanah Abang cukup ramai, tapi ketika covid datang bisa dikatakan omset menurun secara drastis, banyak stok yang menumpuk, ujar Manisha owner Elnisha Boutique. 


Transformasi Digital Bisnis Fesyen Elnisha Boutique

Dari situlah Elnisha Boutique mulai melebarkan sayapnya ke ranah digital. Meskipun Manisha masih menjalani kesibukannya sebagai mahasiswa yang sedang menjalani skripsi, hal tersebut bukanlah suatu halangan untuk tetap mencari peluang cuan. 

Manisha mengungkapkan terus belajar ekosistem e-commerce, seperti Tiktok dan Shopee untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat luas hingga akhirnya bisa bertahan sampai saat ini. 

“Kita juga sempat hire beberapa freelancer seperti ecommerce specialist dan model juga kita banyak belajar, sih dari yang nggak bisa sama sekali sampai bisa ngelakuin itu semua. Aku juga ikut course dan alhamdulillah Elnisha itu berjalan sampai aku lulus kuliah,” sambungnya.