Mengenal Content Marketing dan Tips Konten yang Menarik Perhatian Audiens

Tips dan Trik Membuat Konten yang Mengundang Interaksi Audiens (Sumber gambar: Freepik.com))


Sebutkan salah satu strategi digital marketing yang saat ini banyak digemari oleh pebisnis? Satu dari sekian banyak jawaban yang ada mungkin akan mengarahkan Be-emers kepada strategi content marketing.


Apa itu Content Marketing?

Sesuai dengan namanya, content marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan konten sebagai poros utama. Konten yang diproduksi ini berasal dari berbagai elemen multimedia.

Mulai dari teks, audio, gambar, video, dan animasi. Umumnya, jenis elemen multimedia yang digunakan sebagai bagian dari content marketing adalah teks, gambar, dan video.

Tiga elemen multimedia ini menjadi yang paling populer dikarenakan sifatnya yang visual dan relatif mudah untuk dikreasikan dengan kualitas yang tinggi.

Sayangnya, tiga elemen multimedia ini tidak lantas dapat menjadikan strategi content marketing kamu langsung menarik di mata audiens.

Be-emers, tetap harus dapat memastikan proses kreasi antara ketiga elemen multimedia ini berjalan dengan baik dan memiliki integrasi yang kuat. Menjadikan ketiga elemen ini ke dalam satu konten baru yang menarik tentu saja adalah tantangan yang berbeda.

Ada banyak pebisnis yang pusing tujuh keliling karena memikirkan hal ini. Jika kamu juga begitu, percayalah bahwa Be-emers sedang berada dalam koridor yang benar.

Tapi, apa jadinya pusing tujuh keliling tersebut tidak kunjung terobati? Tenang saja, karena di dalam artikel ini penulis akan berbagi tips dan trik membuat konten yang menarik untuk audiens.
 

Tips Membuat Content Marketing yang Menarik Interaksi Audinens

Penasaran apa saja tips dan triknya? Simak baik-baiknya artikel ini ya!


1. Menggunakan Teknik Riding The Wave

Tips dan trik pertama yang bisa kamu lakukan untuk menjadikan konten pemasarannya menarik adalah dengan menggunakan teknik riding the wave.


Apa itu teknik riding the wave? Riding the wave adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan tren atau isu terbaru yang sedang viral atau ramai dibicarakan oleh publik.

Strategi ini biasanya diterapkan bersamaan dengan meme marketing. Konsepnya mirip dengan peselancar yang mencari ombak tertinggi.

Ada banyak manfaat yang bisa brand kamu dapatkan jika menggunakan teknik ini. Salah satunya adalah mampu mendongkrak visibilitas bisnis dalam waktu yang singkat.

Upaya kamu dalam mendapatkan level brand awareness terutama pada level brand recognition menjadi sedikit lebih mudah.

Selain itu, strategi ini juga akan menciptakan kesan kuat bahwa brand Anda melek akan suatu yang viral. Brand yang FOMO seringkali mendapatkan perhatian lebih ketimbang brand yang pasif dengan tren.

 

2. Menggunakan Teknik Lateral Thinking

Tips dan trik kedua yang bisa kamu lakukan untuk menjadikan konten pemasarannya jadi jauh lebih menarik, adalah dengan menerapkan strategi lateral thinking.

Apa itu lateral thinking? Lateral thinking adalah cara berpikir yang out of the box, di mana dua topik yang berbeda digabungkan menjadi satu pembahasan baru yang benar-benar menarik. Contohnya kamu ingin membuat konten yang membahas SEO terutama tentang White, Gray, dan Black SEO.

Karena Be-emers merasa bahwa menjelaskan definisi ketiganya dengan cara biasa akan terasa membosankan, kamu kemudian coba menjelaskannya dengan analogi karakter Breaking Bad.

Kamu menggunakan gambar Hank Schrader sebagai karakter yang melambangkan White Hat SEO, Jesse Pinkman sebagai karakter yang melambangkan Gray Hat SEO, dan Walter White Heisenberg untuk Black Hat SEO.

Bukan hanya menggunakan gambar mereka saja, kamu juga menjelaskan definisi tiga jenis penerapan SEO itu sesuai dengan karakter Breaking Bad-nya masing. Misal Hank Schrader yang lebih suka cara jujur dan apa adanya demi dapat mencapai tujuan menangkap Heisenberg.