Teknik Copywriting Sederhana untuk Billboard (Sumber gambar: Freepik.com)
Like
Pernahkah Be-emers melintas di jalan raya, lalu mata kamu tanpa sadar langsung tertuju ke sebuah billboard? Bukan karena ukurannya yang besar, tapi karena kalimatnya yang entah bagaimana terasa "ngena" banget.
Nah, di situlah kekuatan copywriting bekerja. Billboard memang bukan media iklan baru. Sudah sejak lama para pebisnis mengandalkannya untuk memperkenalkan brand mereka ke khalayak luas.
Tapi faktanya, tidak semua billboard mampu meninggalkan kesan. Banyak yang hanya lewat begitu saja di mata orang-orang yang melihatnya, tanpa ada yang benar-benar berhenti dan berpikir, "Wah, ini menarik." Masalahnya bukan pada ukuran billboard-nya.
Bukan juga pada lokasi pemasangannya yang kurang strategis. Sering kali, akar masalahnya jauh lebih sederhana dari itu: pesannya tidak ditulis dengan baik.
Copywriting yang kuat adalah pembeda antara billboard yang sekadar "ada" dan billboard yang benar-benar bekerja untuk bisnis Be-emers!.
Dengan pilihan kata yang tepat, sebuah billboard bisa memicu rasa penasaran, membangun kepercayaan, bahkan mendorong audiens untuk langsung mengambil tindakan, hanya dalam hitungan detik.
Kabar baiknya, Be-emers tidak perlu jadi copywriter profesional dulu untuk bisa menulis iklan billboard yang menarik.
Ada beberapa teknik sederhana yang bisa langsung kamu terapkan, dan hasilnya cukup signifikan.
5 Teknik Membuat Copywriting Iklan Billboard
Di artikel ini, kita akan bahas 5 teknik copywriting sederhana yang bisa kamu gunakan untuk membuat iklan billboard Be-emers jauh lebih menarik dan efektif. Yuk, simak sampai habis!
1. List & Twist Copywriting
Pernah nonton stand up comedy dan tiba-tiba ketawa di bagian akhir karena punchline-nya tidak terduga? Nah, List & Twist copywriting kurang lebih pakai prinsip yang sama.
Be-emers, jejer beberapa poin yang terkesan serius, lalu di bagian terakhir, selipkan satu poin yang tidak terduga. Audiens yang tadinya manggut-manggut, tiba-tiba senyum sendiri.
Para komika sudah lama pakai trik ini, dan para pebisnis pun mulai sadar jika cara ini juga efektif buat iklan. Berikut contohnya:
Kenapa harus pasang iklan billboard bareng di Vendor A? Ada tiga hal yang perlu Anda tahu:
Lokasi billboard Vendor A tersebar di titik-titik strategis dengan lalu lintas tinggi.
Setiap iklan diproduksi dan dipasang oleh tim profesional yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Dan kalau iklan Anda masih belum dilihat banyak orang, mungkin masalahnya bukan di produknya, tapi belum ketemu Vendor A aja.
2. Slap Copywriting
SLAP Copywriting adalah teknik copywriting yang bekerja melalui empat elemen berurutan, yakni Stop, Look, Act, dan Purchase.
Cara kerjanya cukup mudah dipahami. Pertama, Be-emers menulis kalimat pembuka yang cukup kuat untuk menghentikan perhatian audiens sejenak. Setelah itu, kamu menjelaskan mengapa perhatian mereka layak untuk dialihkan, bisa dengan menegaskan sebuah masalah atau membangun ikatan emosional.
Lanjut ke bagian Act, di mana kamu mulai mengarahkan audiens untuk melakukan sesuatu, tapi belum sampai ke transaksi.
Barulah di bagian terakhir, Purchase, kamu mengajak mereka untuk langsung mengambil tindakan nyata. Untuk iklan billboard, teknik ini efektif karena strukturnya yang mengalir dan terarah. Berikut contohnya:
(Stop) Iklan Anda sudah terpasang, tapi kok yang telepon masih sepi?
(Look) Banyak pebisnis yang sudah keluar biaya besar untuk iklan billboard, tapi hasilnya tidak maksimal karena lokasi dan eksekusinya kurang tepat.
(Act) Vendor A hadir dengan solusi pemasangan billboard di lokasi strategis, didukung tim profesional yang paham betul cara membuat iklan Anda benar-benar bekerja.
(Purchase) Konsultasikan kebutuhan iklan Anda sekarang di Vendor A Billbord dan mulai dapatkan hasil yang seharusnya Anda dapatkan sejak lama.
3. FAB Copywriting
FAB Copywriting adalah teknik copywriting yang sifatnya to the point dan langsung menyasar inti dari apa yang ingin Anda tawarkan. FAB sendiri adalah singkatan dari Features, Advantages, dan Benefits.
Cara kerjanya sederhana: Be-emers menjelaskan fitur apa yang dimiliki produk atau jasa kamu, lalu menegaskan keunggulan yang membedakannya dari yang lain, dan diakhiri dengan manfaat nyata yang bisa langsung dirasakan oleh audiens.
Teknik ini cocok dipakai di iklan billboard karena pesannya padat, terstruktur, dan mudah dicerna dalam waktu singkat. Contohnya adalah:
(Features) Vendor A menyediakan layanan pemasangan billboard di lokasi-lokasi strategis dengan lalu lintas tinggi, didukung tim produksi profesional dari awal hingga iklan terpasang.
(Advantages) Tidak seperti pemasangan iklan konvensional, setiap titik lokasi Vendor A dipilih berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
(Benefits) Artinya, iklan Anda tidak hanya dilihat banyak orang, tapi dilihat oleh orang yang tepat. Hasilnya, brand Anda lebih dikenal dan peluang konversi pun meningkat.
4. Plesetan Copywriting
Pernah lihat nama toko atau tagline iklan yang bikin kamu senyum sendiri karena kata-katanya "aneh tapi ngena"?
Nah, itulah plesetan copywriting. Tekniknya sederhana, ambil kata yang sudah banyak orang kenal, lalu modifikasi sedikit untuk menciptakan kesan humor atau sindiran yang mengena. Satu hal yang perlu diingat, kata dasarnya harus familiar dulu di telinga audiens.
Jika kata dasarnya saja tidak dikenal, plesetannya pun tidak akan terasa lucu. Teknik ini juga sering dipakai bersamaan dengan strategi viral marketing karena sifatnya yang mudah diingat dan gampang disebarkan. Contoh penerapannya yaitu:
“Habis gagal terbitlah rebound.”
Merupakan plesetan dari ungkapan “Habis gelap terbitlah terang” yang digunakan untuk menggambarkan bahwa performa iklan yang gagal masih bisa bangkit kembali melalui Rebound Ads.
Rebound Ads
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.