5 Keunggulan OOH Dibandingkan Digital Marketing (Sumber gambar: PX Here)
Apa yang terlintas di dalam pikiran Be-emers ketika ngomongin soal strategi pemasaran kreatif? Beberapa dari kita mungkin akan langsung membayangkan strategi digital marketing memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lain-lain.
Apa yang Be-emers pikirkan ini terbilang wajar mengingat tren pemasaran saat ini memang bergeser dari media cetak menuju media digital yang interaktif seperti media sosial.
Hampir seluruh jenis bisnis, mulai dari Business to Business dan Business to Consumer mengandalkan digital marketing. Tetapi, tahukah enggak sih Be-emers, ternyata masih ada media pemasaran digital tradisional yang masih digunakan saat ini!
Bahkan banyak brand-brand besar nasional atau internasional masih mengandalkannya. Strategi pemasaran tradisional yang penulis maksud adalah OOH.
Kenalan dengan Strategi Pemasaran Out of Home (OOH)
Apa itu OOH? Untuk kamu pebisins berpengalaman mungkin tidak akan asing lagi dengan istilah satu ini. OOH adalah singkatan dari Out of Home, yang jika diartikan di luar rumah.
Sesuai dengan definisi kasarnya, OOH adalah media pemasaran yang menampilkan iklan atau informasi bisnis langsung kepada audiens di luar ruangan. OOH punya banyak jenis, misalnya billboard atau baliho.
Billboard adalah papan reklame berukuran raksasa yang menampilkan iklan statis dengan visual yang mencolok. Umumnya, OOH jenis ini akan Be-emers jumpai ketika menunggu lampu merah di jalan raya, masuk ke pusat perbelanjaan seperti mal, atau di kawasan perumahan elite.
Brand-brand besar seperti GoJek, Grab, Maybelline, Nike, Adidas, dan lain sebagainya masih menggunakan taktik ini sebagai variasi dari strategi pemasarannya.
Baca Juga: 5 Keterampilan Digital Marketing yang Wajib Ditingkatkan di Tahun 2026
Alasan Strategi Iklan Out Of Home (OOH) Masih Begitu Diminati
Mengapa? Bukankah strategi OOH seperti billboard umumnya akan memakan biaya yang tidak sedikit? Penulis akan mengulas beberapa alasannya lengkap di dalam artikel ini. Silakan simak baik-baik ya!
1. OOH Memiliki Kemampuan Penargetan yang Lebih Relevan dan Langsung
Alasan pertama adalah karena OOH memiliki kemampuan penargetan yang lebih relevan dan langsung kepada audiens. Bagaimana bisa?
Bayangkan kamu adalah pebisnis jual beli mobil, lalu Be-emers mengadakan kerja sama bisnis dengan mitra di bidang servis mobil. Kemudian, kamu menempatkan beberapa iklan mobil baru di tempat servis mobil mitra tersebut.
Orang-orang yang melihat iklan Be-emers, pastinya adalah orang-orang yang tertarik dengan mobil bukan? Kemampuan seperti inilah yang tidak dimiliki oleh penargetan digital marketing, di mana iklan Anda bisa saja ditampilkan pada audiens yang hanya memiliki kemiripan ketertarikan dengan mobil atau bahkan tidak memiliki ketertarikan sama sekali.
2. OOH Tidak Memberikan Kesempatan Audiens untuk Melewatkannya
Iklan yang ditampilkan melalui billboard tidak dapat dilewati langsung begitu saja oleh audiens yang melihatnya.
Satu-satunya cara untuk mereka melewatkan iklan Be-emers, adalah dengan pergi dari lokasi tersebut.
Berbeda dengan iklan digital marketing seperti Meta Ads. Audiens bisa langsung melewati iklan Be-emers (swipe) begitu melihat iklan kamu. Karakteristik unik inilah yang pada akhirnya membantu iklan OOH lebih mudah diingat oleh audiens.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.