Cara Mengukur Performa Iklan Melalui DOOH (Sumber gambar: Freepik.com)
Satu dari sekian banyak metode pemasaran yang digunakan oleh para pebisnis saat ini mungkin adalah DOOH. Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang.
Kira-kira bagaimana ya metode pemasaran dengan DOOH ini?
Apa itu DOOH?
DOOH adalah singkatan dari Digital Out of Home. Sebuah strategi pemasaran yang memanfaatkan media digital berukuran besar yang menampilkan konten visual secara menarik dan mencolok.
Ada banyak jenis DOOH yang bisa kita temukan, satu yang mungkin paling populer adalah videotron.
Videotron sendiri dapat kita pelajari ke dalam banyak jenis. Berdasarkan proses tempat dan fleksibilitasnya, videotron terbagi ke dalam tiga jenis utama, yakni videotron indoor, videotron outdoor, dan mobile videotron.
Dua jenis pertama, menjadi dua jenis yang paling banyak digunakan oleh para pebisnis. Selain ampuh untuk menarik perhatian audiens di lokasi strategis, keduanya juga ampuh digunakan untuk kampanye jangka panjang.
Baca Juga: Strategi Ambush Marketing dengan Menggunakan OOH dan DOOH, Tertarik Coba?
Ada banyak kelebihan yang bisa Anda dapatkan dari penggunaan jenis DOOH untuk kampanye bisnis. Beberapa di antara sekian banyak kelebihan tersebut seperti:
- Mampu menjadikan konten kampanye kamu lebih dinamis & kreatif.
- Memberikan fleksibilitas konten yang tinggi. Konten dapat diubah secara real-time.
- Mendukung integrasi dengan teknologi lain seperti Augmented Reality, Virtual Reality, Artificial Intelligence, dan Internet of Things.
- Unskippable. Ya, kendali penayangan iklan berada sepenuhnya di pihak kamu.
Meskipun faktanya DOOH seperti videotron mampu memberikan pebisnis banyak manfaat, masih ada cukup banyak pebisnis lainnya yang skeptis dengan efektivitasnya.
Beberapa pebisnis merasa bahwa performa iklan yang ditampilkan dengan metode DOOH tidak dapat dilacak sama sekali.
Pebisnis tidak bisa mengetahui secara pasti apakah iklannya benar-benar mampu memenuhi Key Performance Indicator yang telah ditetapkan atau tidak.
Baca Juga: Marketing Tradisional dengan Metode Out of Home, 5 Alasan Masih Diminati!
Anggapan ini benar adanya, terlebih jika Be-emers masih hidup di tahun 2015 ke bawah. Lho, mengapa? Kemampuan untuk integrasi dengan teknologi canggih lainnya sekarang, memungkinkan videotron menutupi kekurangan tersebut.
Lalu, bagaimana caranya Be-emers dapat mengukur performa iklan melalui DOOH? Di dalam artikel ini, penulis akan menjelaskan lima cara bagaimana performa iklan melalui DOOH dapat diukur.
5 Cara Mengukur Iklan DOOH Supaya Cuan
Berikut adalah 5 cara mengukur iklan DOOH supaya cuan yang bisa kamu terapkan sebagai pebisnis:
1. Analisis Data Real-Time dan Big Data
Performa iklan DOOH dapat dilacak melalui integrasi dengan sistem analisis data real-time dan big data. Big data sendiri adalah database berukuran besar dengan sistem yang cepat berubah dan memiliki struktur yang fleksibel.
Data yang terkumpul dalam database ini didapatkan dari perangkat mobile, GPS, aplikasi lokasi khusus. Integrasi ini memungkinkan Be-emers untuk mengukur iklan mencapai audiens yang relevan dan bagaimana audiens berinteraksi.
2. Teknologi Pengenalan Wajah
Selanjutnya ada dengan integrasi teknologi pengenalan wajah. Penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk DOOH bisa dibilang semakin populer sejak pandemi Covid-19 lalu.
Cara kerjanya cukup mudah, di mana videotron yang dipasang biasanya akan dilengkapi dengan kamera pintar. Kamera pintar ini dapat melakukan analisis real time terhadap usia, jenis kelamin, dan ekspresi wajah orang yang melihat iklan kamu.
3. Penggunaan Teknologi QR Code & NFC
Cara DOOH dapat mengukur performa iklan yang ketiga adalah dengan menggunakan teknologi QR dan NFC.
Secara umum, integrasi dengan dua teknologi juga diterapkan pada metode OOH (Out of Home) seperti billboard dan sejenisnya. Integrasi dengan dua teknologi ini digunakan untuk meningkatkan keterlibatan audiens setelah melihat iklan.
Didapatkan dari laporan Statista, penggunaan OOH dengan integrasi dua teknologi mampu meningkatkan tingkat keterlibatan audiens hingga 50%.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.