Strategi Ambush Marketing dengan Menggunakan OOH dan DOOH, Tertarik Coba?

Ilustrasi orang sedang memasang iklan (Foto Freepik.com)

Ilustrasi orang sedang memasang iklan (Foto Freepik.com)


Sebutkan strategi pemasaran yang pertama kali terbayang di benak Be-emers ketika menjalankan bisnis? Beberapa dari kamu mungkin akan menjawab pertanyaan ini dengan social media marketing, SEO marketing, Pay Per Click marketing, dan lain-lain.

Enggak ada yang salah kok! Tapi tahu enggak sih kalau strategi pemasaran itu tidak terbatas pada digital marketing saja.

Masih ada banyak jenis strategi pemasaran lain yang bahkan bisa jauh lebih powerful ketimbang strategi digital marketing pada umumnya.

OOH dan DOOH adalah salah satu dari jenis strategi pemasaran tersebut. Apa itu OOH dan DOOH?
 

Apa itu OOH dan DOOH?

OOH adalah singkatan dari Out of Home, sebuah strategi pemasaran yang dilakukan di luar ruang. Strategi pemasaran ini umumnya menggunakan konten visual yang mencolok dan menarik perhatian, diletakkan di lokasi strategis, dan bersifat statis.

Nah, contoh OOH yang paling populer adalah billboard. Penulis sendiri sudah menjelaskan tentang apa itu OOH lengkap di dalam artikel sebelumnya. Be-emers, bisa membaca kembali artikel ya!

Baca Juga: Marketing Tradisional dengan Metode Out of Home, 5 Alasan Masih Diminati!

Lalu, bagaimana dengan DOOH? DOOH adalah singkatan dari Digital Out of Home, sebuah strategi pemasaran yang dilakukan di luar ruang, namun memanfaatkan media digital dan menampilkan konten visual yang bersifat dinamis serta real-time.



DOOH dapat kita pelajari ke dalam banyak jenis. Berdasarkan lokasi dan platformnya, DOOH dibagi menjadi lima jenis utama, yakni digital billboard atau videotron, videotron indoor, transit advertising, street furniture digital, dan vending machine advertising.

Adapun jenis DOOH yang paling populer digunakan adalah videotron.
 

Manfaat OOH dan DOOH

Penggunaan OOH dan DOOH ini untuk bisnis dapat memberikan kamu banyak manfaat. Beberapa di antara sekian banyak manfaat tersebut seperti:

  • Membantu bisnis untuk mendapatkan peningkatan brand awarenes yang positif.
  • Menciptakan kesan profesional yang kuat untuk brand.
  • Mampu menjangkau audiens secara luas dan tertarget.
  • Khusus untuk DOOH, Be-emers dapat mengintegrasikan pesan promosinya dengan teknologi canggih lainnya seperti Artificial Intelligence, Augmented Reality, Internet of Things, Smart Eye, dan lain sebagainya.
  • OOH dan DOOH sangat efektif untuk brand menjalankan strategi ambush marketing.

Dari lima manfaat yang sudah admin terangkan di atas, Be-emers mungkin bertanya-tanya tentang apa itu ambush marketing?
 

Apa itu Ambush Marketing?

Ambush marketing adalah strategi pemasaran kreatif di mana brand mencuri perhatian audiens dari brand atau acara besar, tanpa harus menjadi kompetitor atau sponsor langsung.

Ambush marketing sering diterapkan oleh brand-brand besar luar negeri. Terdapat tiga jenis ambush marketing yang sering dijalankan.

Tiga jenis ambush marketing itu adalah predatory ambushing, coat-tail ambushing, dan guerrilla marketing.
 

3 Jenis Ambush Marketing yang Perlu Kamu Ketahui

Berikut ini adalah penjelasan lengkap dari ketiga jenis ambush marketing tersebut:

  • Predatory Ambushing: Strategi pemasaran yang menyerang langsung kompetitor dengan mengganggu iklan sponsor resmi.
  • Coat-tail Ambushing: Strategi pemasaran yang berusaha seperti mengaitkan diri langsung dengan acara atau brand besar.
  • Guerrilla Marketing: Strategi pemasaran yang bersifat non-konvensional dan tidak terduga.


Penerapan Ambush Marketing dengan Media OOH dan DOOH

Lalu, seperti apa contoh penerapan ambush marketing ini dengan media OOH dan DOOH? 
 

1. Better With Pepsi

Better With Pepsi

Better With Pepsi

Contoh penerapan ambush marketing menggunakan OOH dan DOOH pertama, dapat kamu lihat melalui brand minuman bersoda, Pepsi.

Kompetitor dari Coca-Cola ini menggunakan strategi ambush marketing model coat-tail ambushing dan predatory ambushing.

Adapun brand yang ditumpangi oleh Pepsi adalah Rum. Kampanye BetterWithPepsi dilakukan pada tahun 2021 dan bertepatan dengan Bulan Rum Nasional.

Strategi yang dilakukan oleh brand Pepsi didasarkan pada hasil penelitian bahwa 56% konsumen rum lebih menikmati campuran rum dengan Pepsi ketimbang dengan Coke (Coca-Cola).

Mengutip dari laman pepsico.com, Todd Kaplan, Chief Marketing Officer dari Pepsi mengatakan "Selama ini orang-orang sering salah memesan koktail rum paling populer di dunia, mereka sering memesan rum dan Coca-cola karena kebiasaan banyak orang bukan preferensi rasa, padahal data kami menunjukkan bahwa orang sebenarnya lebih menyukai campuran Rum dan Pepsi.

 

2. Kulula

 

Kulula Ads

Kulula Ads

Contoh penerapan ambush marketing menggunakan OOH dan DOOH kedua, dapat Anda lihat pada brand Kulula.

Kulula adalah maskapai penerbangan asal Afrika Selatan dan pada tahun 2010 lalu sempat membuat keributan dengan organisasi sepak bola terbesar di dunia FIFA.

Kulula sendiri memang terkenal sebagai brand maskapai yang gemar memasang iklan-iklan lucu di badan pesawatnya. Langkah ini terus berlanjut termasuk pada tahun 2010 lalu.

Di mana saat itu terdapat event Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Kulula dengan gamblang menampilkan gambar stadion, vuvuzela, dan bendera nasional yang berkaitan dengan event 4 tahunan sekali tersebut. Langkah ini terbilang berani mengingat FIFA sudah melarangnya.

FIFA bahkan juga melarang penggunaan kata Afrika Selatan.

 

3. iPod dan Rona

 

Rona and iPhone Ads

Rona and iPhone Ads

Contoh penerapan ambush marketing yang terakhir dapat kita lihat pada brand Rona. Rona adalah brand perlengkapan rumah terkenal di negara Kanada. Rona menerapkan strategi coat-tail ambushing dengan menumpang nama besar Apple.

Tahun 2005, Apple mulai menampakkan bisnisnya ke permukaan. Perusahaan teknologi besar di dunia ini memberikan banyak inovasi perangkat digital yang revolusioner. Salah satunya adalah iPod yang populer di tahun 2005. Mereka melakukan pemasaran besar-besaran dengan banyak memasang billboard iPod di mana-mana. Salah satunya diletakkan di atas gedung.

Tim kreatif Rona melihat ini layaknya peluang besar. Mereka memasang iklan billboard lain di bagian bawah billboard iPod tersebut dan menambahkan copy ads menarik "Nous récupérons les restes de peinture" yang berarti "Kami mendaur ulang sisa cat". 








---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung