Kenalan dengan Contingency Plan dan Cara Membuatnya!

Cara Membuat Contingency Plan (Sumber gambar: Rawpixel.com)


Bisnis yang baik bukanlah bisnis yang berjalan tanpa ada tantangan di dalamnya. Sebaliknya, bisnis yang baik adalah bisnis yang tetap mampu bertahan meskipun menghadapi berbagai jenis tantangan yang ada.

Secara umum, kita sudah mengetahui pasti bahwa tantangan untuk bisnis terdiri dari dua jenis utama. Dua jenis utama tersebut adalah tantangan internal dan eksternal.

Tantangan internal adalah tantangan yang muncul dari dalam bisnis, contohnya seperti kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, keberadaan fasilitas kerja, kualitas Standar Operasional Prosedur, dan lain-lain.

Baca Juga: Kenalan dengan Treasury Management dan 5 Kunci Keberhasilan yang Bisa Kamu Terapkan!

Tantangan ini pada umumnya dapat diatasi secara langsung oleh pebisnis. Sedangkan tantangan eksternal adalah tantangan yang muncul dari luar bisnis, contohnya seperti kebijakan politik pemerintah, budaya masyarakat sekitar, perkembangan teknologi, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan tantangan internal, tantangan eksternal tidak dapat diatasi secara langsung. Dampak atau risiko dari tantangan eksternal hanya dapat diminimalkan sedemikian rupa.

Lalu, bagaimana caranya Be-emers dapat mengatasi serta mengurangi dampak risiko dari kedua jenis tantangan bisnis ini. Cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah contingency plan.
 

Apa itu Contingency Plan?

Apa itu contingency plan? Contingency plan adalah rencana darurat yang disiapkan oleh perusahaan atau bisnis untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa depan.


Umumnya, contingency plan dirumuskan bersamaan dengan business plan. Secara umum, contingency plan bermanfaat untuk membantu kamu dalam menentukan langkah-langkah proaktif dan reaktif yang tepat dalam menghadapi permasalahan bisnis.

Rencana ini membantu kamu terhindar dari keputusan impulsif dalam proses bisnis. Adapun manfaatnya secara khusus yakni:

  • Membantu bisnis untuk lebih adaptif terhadap tren yang cepat berubah.
  • Membantu bisnis untuk tetap mempertahankan operasional inti.
  • Mempercepat proses pemulihan bisnis dari situasi yang tidak terduga.
  • Reputasi bisnis yang tetap terjaga dengan baik.
  • Meningkatkan kepercayaan dari stakeholder, baik itu berupa pelanggan, investor, atau pihak lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Data dalam Bisnis: 8 Jenis yang Sering Digunakan

Masalahnya, contingency plan bukanlah dokumen yang bisa dirumuskan dalam 1 hari saja. Diperlukan proses pembelajaran detail sebelum bisnis benar-benar bisa menentukan langkah proaktif dan reaktif yang tepat untuk menghadapi permasalahan tertentu.
 

Tips Menyusun Contigency Plan yang Efektif

Di dalam artikel ini, admin akan memberikan beberapa tips dan trik menyusun contingency plan yang efektif. Penasaran apa saja? Simak baik-baik artikel ini ya!

1. Melibatkan Stakeholder Sejak Awal

Tips menyusun contingency plan yang efektif pertama dari admin adalah dengan melibatkan stakeholder sejak awal.

Pelibatan stakeholder ini tentu saja akan memperluas sudut pandang bisnis. Pastikan proses meeting antara stakeholder ini berjalan efektif dan berada dalam satu pembahasan yang tetap alias tidak melebar. Sepakati tujuan, ruang lingkup, dan pembentukan tim contingency plan.

Tetapkan komitmen dan dedikasi tinggi untuk menjalankannya. Komunikasikan dengan jelas kepada seluruh karyawan terkait timeline dan target yang harus dicapai.

Komunikasi yang baik terjadi apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator dipahami sama baiknya dengan komunikan.

 

2. Melakukan Data Enrichment

Tips menyusun contingency plan yang efektif kedua dari admin adalah dengan melakukan data enrichment. Sesuai dengan namanya, data enrichment adalah proses memperkaya data yang sudah ada dengan data baru yang didapatkan.

Be-emers, bisa menggunakan berbagai sumber data dari internal atau eksternal bisnis. Pastikan data yang kamu jadikan acuan relevan dengan tujuan utama bisnis.

Bekerja samalah dengan divisi data untuk menentukan data mana saja yang akan dijadikan acuan atau tidak.