Tetap Es Pisang Ijo: Takjil Favorit yang Ada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara

Sumber gambar: Ilustrasi Es Pisang Ijo (Wikimedia Commons)


Menjelang buka puasa, biasanya yang paling dicari adalah takjil. Apakah takjilnya hilang, kok dicari? Oh, bukan begitu. Maksudnya, dicari karena akan dikonsumsi. Tentunya, setelah dibuka pembungkusnya, lah yauw

Beberapa waktu yang lalu, saat Ramadan juga, ada yang namanya War Takjil. Ini kesannya seperti perang memperebutkan menu-menu takjil yang super enak. 

Bahkan, orang-orang nonmuslim yang notabene tidak berpuasa berburu juga takjil. Bagi mereka, sajian makanan dan minuman dari para penjual itu memang serba nikmat. 

Hanya, sayangnya, mereka sudah berburu sejak pukul 2 atau 3 sore. Sementara yang muslim baru mencari pukul 5 atau menjelang buka puasa. Yah, tinggal sisa-sisanya saja, dong! 

Namun, hal itu bukan menjadi suatu masalah. Sebab, itu menjadi tanda toleransi antarumat beragama. Kehadiran bulan suci Ramadan disambut gembira pula oleh kalangan nonmuslim. Inilah keberkahan bulan suci Ramadan. 


Menu Takjil Favorit

Namanya favorit pasti menyangkut sesuatu yang kita sukai. Meskipun ada juga favorit yang biasa ada di kolam renang. Oh, kalau itu namanya kaporit. Beda ternyata. 


Melihat ada begitu banyak makanan dan minuman takjil, apa sih favorit kamu? Tentunya, setiap orang berbeda-beda.

Dan, itu wajar-wajar saja, meskipun Wajar ini adalah nama teman SMA saya, pintar main judo dia. Yah, lebih baik main judo, daripada main judi, ya 'kan? 

Kalau saya amati, meskipun saya ini bukanlah pengamat politik, kebanyakan makanan takjil itu memang serba manis. Rasa manis itu berasal dari gula pasir, sirup, susu kental manis, gula merah, dan minuman kemasan yang sudah dari sononya tinggi gula. 

Saya pun berpikir, kalau tiap hari atau tiap buka puasa dengan makanan atau minuman yang serba manis itu, apa tidak melonjak gula darah? Apakah tidak rawan nanti terkena penyakit diabetes?

Ini yang mungkin tidak banyak disadari orang. Atau, mungkin memang sadar, tetapi cuek saja, karena merasa belum sakit, kok. Masih sehat, kok. Masih segar bugar, kok. Dan, kok-kok yang lainnya, termasuk mungkin ayam berkokok. . 

Padahal, gula itu makanan yang lezat bagi sel kanker, lho! Dan, gula ini termasuk silent killer. Kalau HP kamu biasanya silent, kanker lebih silent daripada itu. 

Apalagi ditambah dengan kurang minum air putih, kurang olahraga, lebih banyak rebahan, pikiran sering stres, memikirkan utang negara ini, eh, itu yang dipikirkan utang negara atau utang pribadinya sendiri, sih? 

Sekarang, tidak cuma orang tua, bahkan anak-anak kecil pun bisa kena diabetes. Bisa saja berpeluang besar untuk cuci darah. Tentunya, cuci darah ini tidak bisa di tempat laundry, meskipun laundry menerima segala macam cucian. 

Cuci darah adalah solusi ketika ginjal bermasalah. Ketika ginjal sudah tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Dan, cuci darah ini akan berlangsung seterusnya. Merepotkan. Biaya pun tidak murah. 

Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, itu tadi, karena meremehkan gula yang merupakan musuh diam-diam. Datang karena diundang, pulang malah tidak mau pulang.

Tubuh jadi rusak karena kebanyakan gula. Padahal, kamu ini sudah manis, lho! Tidak perlu ditambahkan banyak gula. Apalagi kamu punya kucing yang sering kamu panggil. "Nis, Manis! Sini kamu, belikan roti di warung sebelah, ya!" 

Wuih, itu kucing lulusan mana kok bisa diperintah begitu? Ijazahnya asli?