Sehat atau Sekadar Terlihat Sehat: Fenomena Olahraga atau Cuma Olah Gaya?

Tren Olahraga, untuk Sehat atau Sekadar Gaya, Sumber Gambar: Editing Dibantu AI

Tren Olahraga, untuk Sehat atau Sekadar Gaya, Sumber Gambar: Editing Dibantu AI


Bayangkan di hari Ahad atau Minggu pagi yang jelas merupakan hari libur. Dari Senin sampai Jum'at, sudah bekerja keras, membanting tulang dan memeras keringat.

Sebenarnya, hari libur bisa kamu manfaatkan untuk tidur sampai siang. Tarik selimut, tetap nyaman di atas spring bed kamu, AC masih menyala, masih menguarkan hawa dingin, meskipun tidak sedingin sikapnya ke kamu kalau di chat, hahay! 

Namun, tiba-tiba kamu ingat satu hal. Bukan karena kurs rupiah terhadap dolar mencapai 17 ribu lebih, melainkan karena ada satu hal: Kamu harus olahraga pagi ini! 

Kamu langsung segera bangkit dari tempat tidur! Menuju ke kamar mandi yang jaraknya mungkin tidak sampai 10 kilometer. Kamu menjalankan prosesi pengairan seperti biasa. Lanjut dengan proses untuk olahraga di luar rumah.

Kamu sudah siap dengan OOTD olahraga yang sekiranya menarik, bahkan ngejreng, meskipun kamu sedang tidak main gitar. Kan gitar bunyinya "jreng". 


Hirup udara pagi yang segar, yap, udara pagi memang segar, juga bersih. Pokoknya, pagi ini memang mau olahraga.

"Semangka!" Rupanya bukan karena semangka yang berarti semangat kakak, melainkan karena memang ada penjual semangka lewat. 

Nah, kamu benar-benar sudah niat kuat, membaja di dalam hati. Menggelora di dalam dada. Bahkan aura semangat itu menguar begitu saja, seperti Sun Goku yang berubah menjadi Super Saiyan.

Intinya, semangat untuk menjadi sehat wal dahsyat, bukan lagi sekadar sehat wal afiat yang sering menjadi jawaban basa-basi kalau ditanya kabar itu. 

Namun, dalam pikiran kamu, tiba-tiba juga muncul pertanyaan yang tanpa ada hadiahnya apalagi sampai masuk TV: Ini benar-benar mau olahraga atau mau sekadar olah gaya? 


Melenceng dari Tujuan Utama

Sejak dahulu, kita tahu manfaat olahraga memang demi menjaga maupun meningkatkan kesehatan. Sudah banyak penelitian bahwa rajin berolahraga memang bisa mencegah dari berbagai macam penyakit. Kalau penyakit panu, sepertinya dapat muncul meskipun rajin berolahraga, deh! 

Namun, mari kita lihat kenyataan hari ini. Banyak orang yang lari pagi sambil upload Strava di story WA, FB, dan IG.

Mereka menampilkan jarak tertentu, misalnya sampai 10 kilometer. Rute tertentu, contohnya keliling kota, meskipun tidak sampai keliling bumi. Ditambah unggahan dengan kecepatan larinya pula.

Ada juga yang rutin gym di tempat fitness sambil live dan menampilkan OOTD dengan merek tertentu, mungkin juga harganya cukup "bermutu".

Saat live itu, banyak komentar positif membuat si tukang livenya makin semangat ditambah keringat yang terus muncul secara hangat.  

Tidak cukup sampai di situ, lain hari olahraga pakai alat, misalnya: sepeda roadbike. Dipilihnya sepeda yang terhitung mahal, yang mungkin harganya sama dengan penghasilan pegawai biasa selama setahun.

Makin mahal sepeda, memang terasa makin ringan. Bentuknya pun dianggap mampu menembus angin, bahkan mungkin angin puting beliung kalau perlu. 

Mereka pernah juga ikut jalan sehat. Acaranya bernama jalan santai. Ini mungkin maksudnya, baru jalan dua atau tiga langkah, santai dulu, lah.

Jalan lima langkah lagi, santai lagi, istirahat. Foto-foto dulu, bikin video dulu. Namanya saja jalan santai 'kan? Wah, kalau seperti itu modelnya, bisa sampai besok sampainya!  

Semua olahraga yang dilakukan di atas, awalnya memang berniat untuk memelihara kesehatan, mencegah penyakit, tetapi akhirnya muncul niat baru.

Muncul sesuatu yang halus menyusup ke dalam hati. Lalu, muncul pertanyaan lagi: Ini benar-benar sedang hidup sehat atau malah sedang ingin terlihat sehat?

Pada awal olahraga untuk kesehatan, tetapi perlahan-lahan berubah menjadi panggung. Kalau sudah begitu, bukan lagi soal seberapa sehat tubuh kita, tetapi malah melenceng jadi seberapa menarik terlihat di layar.