Mudik Identik dengan Lebaran, Mengapa? Tips yang Mau Pulang ke Kampung Halaman!

Mudik lebaran/olah Canva Meliana Aryuni


Mudik ... bentar lagi mudik! Kalian pada mudik enggak sih Idulfitri ini, Teman-teman? Jangan-jangan kalian sama seperti saya?

Momen mudik ini sebenarnya sudah menjadi tradisi tahunan bagi setiap pekerja atau anak rantau. Namun, tidak semua dari mereka yang bisa melakukannya.

Mungkin ada hal yang tidak bisa diutarakan atau hanya dirinya saja yang tahu alasan penyebab mereka tidak pulang kampung.
 
Mudik menjadi ajang kumpul bersama keluarga besar. Bertandang dari satu keluarga kepada keluarga lain sambil bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidup selama ini sangat asyik untuk dilakukan.

Dari hal kecil seperti itu, akan tercipta kedekatan hati antar anggota keluarga.
 

Mudik Identik dengan Lebaran, Mengapa?

Banyak orang memilih mudik saat lebaran Idulfitri daripada hari lain. Alasannya sederhana, hari libur pada saat lebaran itu cukup panjang. Meskipun harga tiket yang akan dibayar bisa mencapai 2 kali lipat dari harga normal, ada banyak orang yang rela mengeluarkan uang untuk melakukannya pada saat lebaran.
 
Idulfitri 1447 H kali ini sepertinya tidak memungkinkan saya dan keluarga untuk mudik ke Jawa. Saya dan keluarga akan berlebaran di sini karena kampung halaman saya di sini. Untuk mudik menemui keluarga besar suami di Jawa sepertinya belum bisa kami lakukan. Kondisi keuangan yang kurang memungkinkan membuat kami memutuskan untuk tidak mudik ke Jawa.
 
Tahun lalu, saat musim liburan sekolah, kami berniat untuk pulang ke Jawa. Namun, kesempatan itu tidak terjadi.

Padahal tiket sudah di tangan, pakaian sudah dikemas, obat-obatan dan perlengkapan lain sudah tersedia, dan oleh-oleh atau buah tangan sudah dibeli.


Dengan semua persiapan itu, kami telah merasakan kebahagiaan tersendiri. Tanpa diduga, keinginan itu kandas karena suami yang memiliki tugas lain di tempat kerjanya. Alhasil, satu tiket hangus.
 
Kami hanya berusaha untuk mudik, tetapi Allah menakdirkan kami tidak jadi ke sana. Apakah kami harus marah dan menyalahi semuanya?

Tidak. Kami telah mengambil hikmah atas kejadian itu. Bahwa ada sesuatu di luar kontrol manusia terjadi meskipun kita sangat menginginkannya. 
 
Lalu, apakah keinginan untuk mudik itu hilang? Tidak. Keinginan itu tetap akan ada meskipun kami tidak tahu kapan terlaksananya. A

pakah mungkin pada saat lebaran ini? Besar kemungkinan tidak, tetapi siapa yang bisa menduga. Bila ada rezeki, insya Allah kami bisa mudik ke Jawa.