Ilustrasi memulai bisnis gamis (Dokpri)
Diperantauan, aku berbisnis anggrek dan bibit tanaman yang kulakukan selama 2 tahunan. Setelah itu, keinginan bisnis itu hilang, menguap karena aktivitas anak yang mulai bersekolah.
Namun, dua bulan yang lalu aku bertekad untuk melanjutkan kembali bisnis itu. Bisnis yang kumulai dengan modal minim dan tentu saja dibantu oleh keluarga.
Emak yang dulunya pedagang baju batik, mukena, dan daster telah menjadi bagian dari bisnisku. Begitu juga dengan saudara perempuanku yang kerapkali membeli pakaian untuk dijualnya.
Pakaian yang mereka miliki, lalu aku bawa ke tempat tinggalku. Kutawarkan ke ibu-ibu pengajian dan tetanggaku. Satu, dua barang terjual. Tidak terasa sudah banyak teman yang membeli dariku.
Memang, menekuni bisnis ini tidak terlalu mudah. Ketika beberapa orang memesan pakaian, gamis, dan jilbab kepadaku, aku belajar mengolah modal dan berusaha memberikan yang terbaik seperti yang mereka inginkan.
Baca Juga: Belajar dari Elnisha Boutique: 6 Ide Bisnis Fashion Ramadan yang Patut Dilirik, Bisa Jadi Cuan!
Mencontoh dari Elnisha Boutique
Sekelas Elnisha Boutique yang memiliki 4,9 ribu pengikut di Shopee bermulai bisnisnya dari bisnis keluarga.
Asalkan bisnis itu dikelola dengan baik dan berstrategi yang tepat, aku yakin bisnis itu akan terus berlanjut. Apalagi para pelanggan sudah tahu kelebihan dari barang yang dimiliki.
Modal dari Emak
Emak menjadi bagian dari penolong bisnisku. Beliau memberikan sedikit modal untukku menambah barang daganganku. Saudara perempuanku pun membantu menambah variasi barang sehingga beragam jenis jualanku.
"Semoga bisnisnya lancar," ucap emak kala aku mendatangi beliau.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.