Belajar dari Elnisha Boutique: Bisnis Keluarga Jadi Pondasi dalam Berbisnis

Ilustrasi memulai bisnis gamis (Dokpri)


Ramadan telah menjadi bulan penyemangat bagiku untuk melanjutkan bisnis. Mungkin bisnis yang kutekuni saat ini bukan bisnis pertamaku. Sebelum ini aku juga berbisnis herbal dan madu, buku, berbisnis tanaman anggrek dan bibit buah-buah. 
 
Berbisnis yang sudah lama kulakukan sejak kuliah dulu, yaitu berbisnis buku. Lalu, berbisnis herbal dan madu serta pakaian.

Diperantauan, aku berbisnis anggrek dan bibit tanaman yang kulakukan selama 2 tahunan. Setelah itu, keinginan bisnis itu hilang, menguap karena aktivitas anak yang mulai bersekolah.

Namun, dua bulan yang lalu aku bertekad untuk melanjutkan kembali bisnis itu. Bisnis yang kumulai dengan modal minim dan tentu saja dibantu oleh keluarga.
 
Mulai berbisnis dari yang modal kecil bahkan tidak memiliki modal bisa saja. Aku telah melakukan hal itu sejak dulu. Bidang yang kugeluti adalah fashion.

Emak yang dulunya pedagang baju batik, mukena, dan daster telah menjadi bagian dari bisnisku. Begitu juga dengan saudara perempuanku yang kerapkali membeli pakaian untuk dijualnya. 
 
Dengan modal pakaian dari emak dan saudara, aku mencoba untuk membantu mendistribusikannya saja. Modal 'hawa atau nafas' dalam berbisnis itulah aku.

Pakaian yang mereka miliki, lalu aku bawa ke tempat tinggalku. Kutawarkan ke ibu-ibu pengajian dan tetanggaku. Satu, dua barang terjual. Tidak terasa sudah banyak teman yang membeli dariku.
 
Alhamdulillah sebelum Ramadan 1447 H ini, 10 mukena yang sudah terjual. Belum lagi gamis, daster batik, dan jilbab. Semua itu menjadi jalan bisnisku saat ini.


Memang, menekuni bisnis ini tidak terlalu mudah. Ketika beberapa orang memesan pakaian, gamis, dan jilbab kepadaku, aku belajar mengolah modal dan berusaha memberikan yang terbaik seperti yang mereka inginkan. 

Baca Juga: Belajar dari Elnisha Boutique: 6 Ide Bisnis Fashion Ramadan yang Patut Dilirik, Bisa Jadi Cuan!
 

Mencontoh dari Elnisha Boutique

Menurutku tidak ada salahnya bila berbisnis dengan keluarga atau memulai berbisnis dari apa yang keluarga kita miliki.

Sekelas Elnisha Boutique yang memiliki 4,9 ribu pengikut di Shopee bermulai bisnisnya dari bisnis keluarga.

Asalkan bisnis itu dikelola dengan baik dan berstrategi yang tepat, aku yakin bisnis itu akan terus berlanjut. Apalagi para pelanggan sudah tahu kelebihan dari barang yang dimiliki.
 
 

Modal dari Emak

Kata pepatah, tempat kembali yang paling nyaman adalah keluarga. Betul dan itu yang aku rasakan. Ketika kita membutuhkan sesuatu, keluarga yang pastinya akan menolong tanpa pamrih.

Emak menjadi bagian dari penolong bisnisku. Beliau memberikan sedikit modal untukku menambah barang daganganku. Saudara perempuanku pun membantu menambah variasi barang sehingga beragam jenis jualanku.  
 
Sebuah doa baik dari emak akan terucap saat memberikan modal kepadaku.
"Semoga bisnisnya lancar," ucap emak kala aku mendatangi beliau. 
Aku tahu dari tangan beliau bisnis ini berjalan meskipun sering terseok jalannya. Namun, kata emak mulailah dengan mengabarkan jualanmu biar orang tahu kalau kamu jualan.