Be-emers harga emas awal Maret 2026 ini memang menggiurkan. Emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi (
All Time High, ATH) di kisaran Rp3,16 juta per gram. Meski selanjutnya ada koreksi ke level Rp3,04 juta- Rp3,05 juta per gram.
Menerima Tunjangan Hari Raya (THR), sebagiannya bisa digunakan untuk investasi emas.
Namun, berinvestasi emas saat harga di ATH seringkali membuat kita merasa seperti sedang judi. Ya, kalau naik terus, apalagi ada konflik Amerika Serikat-Israel vs Iran, kalau tiba-tiba turun gimana?
5 Strategi Menginvestasikan THR Ketika Harga Emas Tinggi
Berikut adalah strategi menginvestasikan THR ketika harga emas tinggi, ini 5 cara yang bisa kamu lakukan:
1. Bukan Lump Sump, tapi DCA
Apalagi jika kita bukan tipe investor yang siap dengan penurunan harga emas yang mencapai 10 persen dalam sehari misalnya. Jadi sebaiknya jangan beli metode langsung beli emas banyak sekaligus (Lump Sum).
2. Jangka Panjang
Jika target Be-emers adalah investasi jangka panjang, misal lima tahun ke depan, maka tidak masalah untuk investasi emas dengan menggunakan THR metode lump sump.
Tetapi, tetap hitung dan jangan lupakan:
- Pajak
- Selisih harga jual dan beli (spread)
- Biaya potongan lain
Biar tetap tenang dan tidak kaget saja sih ketika jual.
3. Strategi "Wait and See" (Menunggu Koreksi)
Kalau kamu tetap ingin emas tapi tidak mau DCA, gunakan strategi Limit Order (hanya tersedia di emas digital):
Pasang harga beli di angka Support (misal di Rp2.950.000). Biarkan aplikasi mengeksekusi otomatis jika harga menyentuh angka tersebut
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.