Tumpukan Emas (sumber gambar : freepik)
Kaum mendang-mending dalam mengelola keuangan biasanya memiliki kecenderungan lebih berhati-hati dan terlihat sangat rapi.
Tantangan menghadapi pengelolaan keuangan bagi mereka adalah kurang mau menerima risiko yang besar, hal ini bisa mengakibatkan hilangnya peluang besar dalam finansial. Investasi emas dengan harganya yang fluktuatif dan ketakutan "salah timing" membuat kaum mendang mending maju mundur untuk melakukan investasi emas.
Pola pikir yang takut rugi tapi menginginkan keuntungan yang besar menjadi karakteristik lain kaum ini. Oleh sebab itu, strategi yang paling cocok untuk mereka adalah yang konsisten dalam jumlah yang minimal.
Keterkaitan DCA (Dollar-Cost Averaging) dan Emas
Sebuah metode investasi dengan cara mengalokasikan dana secara rutin dalam jumlah tetap tanpa memedulikan kondisi harga pasar.Dalam dunia investasi, metode ini paling cocok digunakan oleh kaum mendang mending ataupun yang masih pemula dalam berinvestasi, yah Be-emers.
Dengan menerapkan DCA, Be-emers tidak perlu menunggu harga emas berada di titik terendah, karena risiko harga dapat ditekan melalui pembelian yang rutin.
Kombinasi antara karakter emas sebagai aset lindung nilai dan strategi DCA menjadikan metode ini pilihan yang aman, praktis, dan sesuai bagi Be-emers yang mengutamakan kehati-hatian dalam mengelola keuangan.
Penerapan DCA pada Investasi Emas Digital
Cukup beruntung saat ini perkembangan teknologi yang memunculkan emas digital. Selain kemudahan akses, emas digital juga bisa memudahkan Be-emers apabila ingin melakukan pemantauan.Emas digital memungkinkan pembelian rutin dengan nominal kecil, transaksi yang cepat, serta pencairan yang fleksibel tanpa harus memikirkan penyimpanan dan biaya tambahan lainnya, serta bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Nominal investasi yang lebih bervariasi memungkinkan siapa saja untuk melakukan investasi sesuai kemampuan, transparasi harga dan kemudahan transaksi menjadikan emas digital menjadi instrumen yang praktis dan efisien serta cocok untuk kaum mendang mending.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.