6 Strategi Cuan Mengembangkan Bisnis Fashion Keluarga ala Elnisha Boutique 

6 Taktik Pintar dan Cuan Mengembangkan Bisnis Fashion Keluarga ala Elnisha Boutique. Sumber Gambar Instagram Elnisha Boutique


Be-emers, mewarisi bisnis fashion keluarga itu seperti dapat tantangan sekaligus dapat harta karun.

Kita sudah memiliki stok produk, apalagi melimpah, artinya kita enggak harus mengeluarkan banyak modal untuk belanja bahan, beli alat, sewa tempat, bayar tenaga kerja, dan lain sebagainya. 

Sayangnya, di sisi lain kita dihadapkan pada stok yang banyak yang harus segera kita keluarkan.
 

6 Strategi Cuan Mengembangkan Bisnis Fashion Keluarga ala Elnisha Boutique 

Berikut adalah 6 strategi cuan mengembangkan bisnis fashion keluarga ala Elnisha Boutique yang bisa kamu tiru: 
 

1. Penawaran Terbatas atau Limited Stock

Sesuai namanya, strategi ini hanya menjual item tertentu dalam jumlah terbatas. Ini menciptakan efek Fear of Missing Out (FOMO). Orang akan penasaran dan menanti produk-produk yang dijual di sesi terbatas tersebut.
 
Misalnya, Be-emers bisa meniru strategi Elnisha Boutique dengan keterangan “Limited Stock Outer Tille Bordir Wanita".
 

2. Optimalkan TikTok dan Instagram Reels

Jika belum berminat membayar iklan untuk menunjukkan produk-produk fashion warisan bisnis keluarga Be-emers ke publik misalnya, Be-emers bisa gunakan TikTok dan Reels.

Video pendek ini bagus untuk menunjukkan detail fashion milik Be-emers dan membangun koneksi dengan pelanggan.
 
Be-emers, bisa meniru salah satu strategi TikTok atau reels-nya Elnisha Boutique nih, yang menunjukkan sebuah model berOutfit Of The Day (OOTD) dengan menggunakan kebaya waktu jalan-jalan. Dengan keterangan “sedikit centil, banyak anggunnya…”
 
Lewat reels ini, Be-emers bisa menunjukkan bahwa produk fashion Be-emers, meski kebaya aman digunakan bahkan untuk jalan-jalan, bisa meningkatkan rasa percaya diri, malah justru membuat anggun, dan seterusnya.
 
Jangan lupa gunakan banyak hastag viral ketika mengunggah video pendek tersebut ya. 
 

3. QC Ketat

Karena kita sedang terus berusaha mencari dan mempertahankan pelanggan nih Be-emers, di lain pihak kita memang mewarisi bisnis dari keluarga, Quality Control (QC) yang ketat itu harus diterapkan.

Jangan sampai pelanggan pergi gara-gara produk yang diterima ada sedikit kekurangan yang terlewat dari pengecekkan QC. 
 
Misalnya ada sedikit noda kuning (yellowing), kancing karatan, atau yang lain.