Membedah 6 Unique Selling Point Elnisha, Bisa Dicontoh Pebisnis Pemula

Unique selling point yang bisa dicontoh [IG Elnisha Boutique]


Di tengah persaingan bisnis fesyen yang semakin ketat, pelaku bisnis membutuhkan unique selling point (USP) atau keunikan yang membedakan produknya dari kompetitor.

Tanpa USP yang jelas, produk akan sulit menonjol dan mudah tenggelam di pasar. Terlebih bila produk tersebut banyak yang serupa di pasaran.

Menurut penelitian dalam bidang Marketing, konsumen cenderung memilih produk yang memiliki nilai pembeda yang jelas dibandingkan produk lain dengan fungsi serupa.

Unique Selling Point Elnisha Boutique dalam Menjalankan Bisnis

Elnisha Boutique menjadi brand yang belakangan mulai diperhitungkan. Berawal dari ruko sederhana di Tanah Abang, mereka bertransformasi menjadi digital business yang tidak boleh dianggap remeh. Salah satu rahasianya ya USP.

USP Elnisha tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga strategi yang ia terapkan. Saya mencoba menganalisisnya setelah mengamati akun media sosial mereka.

1. Positioning: Elegant Muslim Occasion Wear

Keunikan paling mendasar dari Elnisha yang saya cermati adalah positioning produk yang jelas, yaitu busana muslimah elegan untuk momen tertentu.

Alih-alih menjual semua jenis fashion muslim, Elnisha memilih fokus pada:
  • Busana muslim untuk acara keluarga
  • Pengajian
  • Pesta atau acara formal
  • Momen Ramadan dan Idulfitri
Brand ini membangun citra pakaian yang membuat wanita terlihat anggun, percaya diri, dan elegan. Konsumen pun langsung tahu kapan harus memakai produk Elnisha.

2. Signature Design: Bordir Elegan

Dalam hal desain, Elnisha memilih style bordir nan elegan. Tak perlu khawatir karena bordir tidak terlalu ramai tetapi tetap memberi kesan mewah dan feminin.

Walau sederhana, visual ini membantu konsumen mengenali produk bahkan tanpa melihat label brand. Bordir menjadi pembeda dari gamis polos yang beredar di luar sana.

3. Value Proposition: Premium dengan Harga Terjangkau

Perihal harga, Elnisha membanderol produknya ekonomis alias dapat dijangkau seluruh kalangan. Hal ini tentunya tanpa mengesampingkan pemilihan bahan premium, nyaman, dan look menawan.

Satin velvet, jacquard, katun bordir dipilih karena memberikan kesan mewah. Tekstur bahan yang adem cocok dipakai di iklim tropis seperti Indonesia.

4. Functional: Problem Solving Fashion

Tampilan berjalan beriringan dengan fungsi produk, inilah yang ingin disajikan Elnisha. Beberapa detail kecil yang memberikan nilai tambah antara lain:
  • pakaian mudah dipadupadankan
  • Ada beberapa model memiliki furing agar tidak menerawang
  • Resleting agar praktis dipakai dan memudahkan berwudu
Detail seperti ini terlihat sederhana, tetapi menjawab kebutuhan brand memahami Muslimah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

5. Strategi Produk: One Set Outfit

Persaingan fesyen semakin sengit, kalau tidak ada jagoan brand akan ketinggalan. One set outfit menjadi kekuatan Elnisha. Sesuai namanya, produk ini menawarkan konsep atasan plus bawahan dalam satu harga. Pas untuk generasi masa kini yang pengin satset dan efisien 


Dalam psikologi konsumen, strategi ini membuat pembeli tidak perlu berpikir terlalu banyak saat memilih pakaian.

6. Digital is Key

Agar loyal customer tetap bertahan, adalah keharusan bagi brand membangun hubungan dengan konsumen. Pertimbangan ini yang mendorong Elnisha berani membuat gebrakan: dari lapak jualan jadi online.

Sang founder merambah Shopee dan Tiktok Shop dan menggaet affiliator agar produk kian dilirik. Tak ingin ketinggalan tren, Elnisha proaktif mengadakan live dengan promo yang menggiurkan.

Seluruh cara ini tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan, terlebih Elnisha lahir dari bisnis keluarga yang sebelumnya berjualan di Tanah Abang. Pandemi COVID-19 membuat omzet turun drastis sehingga memaksa mereka banting haluan ke model bisnis online.