5 Strategi Atur THR untuk Investasi, Sosial, dan Self Reward

5 Strategi Atur THR untuk Investasi, Sosial, dan Self Reward. Sumber Gambar Adobe Express

Like

Be-emers, momen turunnya THR tentu jadi durian runtuh yang sedang ditunggu-tunggu. Jadi inget mau beli ini, beli itu, check out ini, check out itu, kasih amplop ini, kasih amplop itu, banyak ya…

 
Tapi nih ya, inget, inget... gaji berikutnya masih sebulan lagi. Terus ya, duh, harus investasi juga nih ya! Jadi gimana nih pengaturannya?
 

5 Strategi Atur THR untuk Investasi, Sosial, dan Self Reward

Tips mengatur THR untuk investasi, sosial, dan self reward yang bisa kamu terapkan: 
 

1. Langsung Tentukan Anggaran di Awal

Jika sudah tahu kisaran nominal THR yang akan diterima, langsung lakukan analisis kebutuhan, dan tentukan masing-masing kebutuhan anggaran. 
 
Misal, kisaran THR yang diterima penulis empat juta rupiah. Setelah dianalisis penulis ingin menggunakan THR tersebut untuk investasi, mudik, dana sosial, dan jalan-jalan.
 
Lalu, langsung tentukan nominal anggaran untuk masing-masing kebutuhan di atas. Misalnya 40% untuk mudik dan berlebaran (atau sekitar Rp 1.600.000,-), 30% untuk investasi (atau sekitar Rp 1.200.000,-), 20% untuk dana sosial, baik zakat, angpao, dan sebagainya (atau sekitar Rp 800.000,-), dan 10% untuk jalan-Jalan (atau sekitar Rp 400.000,-). 

Baca Juga: Ketika Dapat THR dan Bingung Investasi Emas atau Instrumen Lainnya, Ini Tipsnya!
 

2. Pilih Instrumen Investasi yang Nyaman

Misalnya kalau penulis lebih nyaman di Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), logam mulia, atau Surat Berharga Negara (SBN)
 
Ini karena instrumen-instrumen tersebut memiliki likuiditas yang tinggi, diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai safe haven yang tahan inflasi, dan memiliki imbal hasil yang cukup tinggi.
 

3. Bagi ke Beberapa Instrumen

Meski semua instrumen aman, lebih baik jangan masukan semua uang ke satu jenis instrumen investasi. 
 
Bisa bagi dua. Misalnya satu untuk jangka panjang pilih logam mulia, untuk jangka pendek pilih RDPU.