Mau Mudik Lancar, Jangan Lupa Siapkan 3 Starter Pack Ini!

Ilustrasi orang sedang melaksanakan mudik lebaran (Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/macet-jkt-monday-2644000/)


Kata seorang pelawak Jogja, waktu itu sedang siaran di sebuah radio swasta, pemudik itu hanya untuk perempuan. Lho, kok bisa? 

Sebab, katanya, kalau yang perempuan itu namanya pemudik, sedangkan yang laki-laki namanya pemudak! Hem, terdengar anu, ya? 


Mudik Lebaran, Momen Tahunan

Namanya mudik lebaran, pastilah dilakukan ketika lebaran atau Hari Raya Idulfitri. Hampir tidak pernah kita dengar, orang mudik lebaran di malam pergantian tahun. Iya 'kan? Atau ada yang pernah begitu? 

Lebaran ini memang waktunya terbatas. Yang dimaksud terbatas adalah waktu liburnya. Okelah ada libur hari rayanya dan cuti bersamanya, tetapi tetap ada waktu masuk kerjanya nanti lagi. 

Oleh karena waktunya terbatas, sementara momen lebaran memang hadir tahunan, maka orang berbondong-bondong memanfaatkan waktu ini. Mudik lebaran selalu jadi momen bertemunya begitu banyak orang. 

Ada yang menggunakan sepeda motor, mobil beroda empat, bus antarkota antarpropinsi, belum pernah ada bus antarplanet, naik kapal laut, maupun pesawat terbang. 


Belum pernah saya temukan ada orang mudik nebeng di rudal, kecuali orang yang makan bakso rudal, ini jelas banyak. 

Dari bertemunya begitu banyak orang, jelas padat, dong! Macet sudah pastilah. Panas, antrian panjang, itu juga sudah pasti. Masing-masing berharap bisa segera selesai, bisa segera sampai. 

Namun, harapan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi yang tebal kapalannya. Mungkin lebih berat lagi tangannya mau dibalik. Atau yang banyak dakinya, juga bisa lebih berat. 

Beberapa waktu lalu, saya lihat story WA teman saya. Dia mau menyeberang pakai kapal laut. Ada antrian sangat panjang menuju ke kapal. 

Padahal, keadaan cuaca sedang panas-panasnya, tetapi mau menyeberang juga? Namun, begitulah. Semangat mereka untuk bisa berkumpul bersama keluarga di kampung, menjadi semangat tersendiri. 

Meskipun panas, berjejalan orang, lapar dan dahaga tentu saja karena masih puasa, tetap berusaha untuk diterima dan disabar-sabarkan. 

Pada intinya, mudik ini adalah sebuah perjalanan, lebih tepatnya perjalanan jauh. Ada hukum-hukum Islam yang terkait safar. Misalnya, salat bisa dijamak maupun diqashar. Digabungkan dan diringkas. 

Ketika safar, boleh juga membatalkan puasa. Saya sendiri pernah begitu. Waktu menyetir mobil, bukan pesawat terbang, dan menuju ke ibukota provinsi, panas sekali cuaca waktu itu. 

Saya pun membatalkan puasa karena tidak tahan dengan panasnya. Dan, itu boleh-boleh saja. Namanya saja rukhsah atau keringanan dari Allah bagi para musafir.

Lebih bagus memang dimanfaatkan karena itu keringanan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Puasa nanti bisa diganti di hari lain dan Insya Allah akan tetap berpahala, kok. 

Baca Juga: 5 Starter Pack Mudik dengan Motor yang Harus Kamu Siapkan Supaya Aman


Starter Pack Mudik yang Mesti Disiapkan Supaya Nyaman

Perjalanan jauh beda dengan perjalanan dekat. Perjalanan mudik lebaran beda dengan perjalanan dinas. Soalnya, perjalanan mudik lebaran itu tidak pakai SPT atau SPPD. 

Dalam menempuh perjalanan jauh, tentunya dibutuhkan persiapan-persiapan khusus. Soalnya, ada hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa safar itu sepotong azab atau sepotong siksaan. 

Ketika melakukan perjalanan jauh, kita jadi tidak enak makan dan minum. Tidur pun tidak sebagaimana biasa, di kasur, di dalam kamar. Bahkan, kamar kita sendiri pun tidak dibawa. 

Tidur di mobil badan tidak bisa leluasa. Mungkin tidur sambil duduk. Badan bisa pegal, bangun malah lebih capek, kepala bisa terbentur kaca jendela jika melewati jalanan berlubang, dan kondisi tidak nyaman lainnya. 

Saat di pesawat terbang tetap tidak nyaman juga. Meskipun pesawat adalah transportasi paling aman selama ini, mau tidur enak memang tidak mudah. 

Kursinya tidak bisa diluruskan mirip ranjang kamar. Tidak ada bantal maupun guling di dalam pesawat juga.

Dan, kita tidak boleh menggelar tikar terus tidur di lantai pesawat. Begitulah aturan di pesawat yang saya pahami. 

Lalu, apa saja starter pack yang perlu dipersiapkan untuk mudik lebaran ini? Tentu saja, starter pack ini beda dengan starter motor, ya! Starter pack juga jangan disamakan dengan starter bu, ada bapack, ada ibu. Beda. 


1. Pakaian Jangan Terlalu Banyak

Starter pack yang pertama dan harus ada adalah pakaian untuk nanti di tempat tujuan. Menurut Rhenald Kasali, orang yang sederhana itu yang bawaan pakaiannya juga sederhana. 

Jadi, bukan yang bawa banyak pakaian. Itu mau mudik atau minggat dari rumah? 

Dalam menata pakaian di dalam koper maupun tas lainnya juga perlu seni. Jangan letakkan pakaian seperti di lemari, tetapi digulung dalam beberapa lapis pakaian. 

Digulung sekecil mungkin lalu dimasukkan ke dalam koper akan menyisakan ruang yang cukup lega bagi barang lainnya. Coba saja, deh.

Koper yang lebih kecil akan lebih praktis untuk dibawa dan tidak membuat repot. Jika naik pesawat terbang, koper kecil bisa masuk ke dalam kabin, tidak harus masuk ke bagasi yang prosedurnya lebih panjang. 


2. Perlengkapan Kesehatan

Ini biasanya terkait dengan obat-obatan atau vitamin selama di perjalanan. Kamu mesti sediakan obat-obatan yang ringan ini. Contohnya: balsem atau minyak kayu putih.

Meskipun pada dasarnya kayu jati itu lebih kuat, tetapi untuk urusan masuk angin dan penghangat tubuh, minyak kayu putih jelas lebih baik. 

Kesehatan dalam urusan ini termasuk makanan dan minuman. Apa gunanya kamu bawa obat, tetapi tidak ada makanan dan minuman. Sama dengan pakaian, bawa makanan dan minuman secukupnya. Kamu tidak perlu bawa kulkasnya 'kan? 


3. Kesehatan Kendaraan

Ini starter pack khusus bagi yang menggunakan kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, seperti pesawat terbang, kamu tidak usah ikut-ikutan mengeceknya. Cukup duduk manis di kursi sesuai nomor dan harus yakin tidak ada penumpang pesawat yang berdiri selama perjalanan! 

Kendaraan pribadi perlu diperiksa agak jauh hari sebelumnya, sebelum bengkelnya tutup di hari lebaran. Bisa diservis terlebih dahulu, dicek bagian-bagian mana yang dirasa perlu diganti, dibersihkan sebersih-bersihnya, kalau perlu jangan ada kuman sebijipun yang hinggap. 

Interior mobil perlu diperhatikan juga. Sampah-sampah makanan dari tahun lalu, sebisa mungkin dibuang. Buat ruangan di dalam mobil jadi lebih wangi. Pasang pengharum agar ketika nanti dalam perjalanan, bisa lebih betah.