Menabung Itu Prinsip Tegaan: Bertahan di Tengah Harga Naik dan BBM Langka

Rupiah/Pexels.com

Rupiah/Pexels.com


Dampak melemahnya nilai rupiah terhadap dolar sudah banyak dirasakan masyarakat. Bukan hanya masyarakat kecil, peristiwa itu membawa isu-isu tentang menteri keuangan akan dicopot jabatannya santer terdengar di telinga beberapa hari ini. Dikutip dari Instagram @detikfinanceofficial pada tanggal 9 Juni 2026, bahwa salah satu calonnya adalah dari Anggota Dewan Ekonomi Nasional Chatib Basri. 
 
Terlepas dari semua itu, keluhan yang terjadi di masyarakat membuat saya berpikir, apakah Indonesia dalam keadaan baik-baik saja alias aman? Seorang penjual sayur di tempat rumah saya beberpaa bulan ini tidak bisa membeli barang dagangan yang banyak. Kenaikan harga sayur-mayur yang bikin geleng-geleng kepala membuat pedagang itu hanya membeli sedikit.
 
"Ikan laut tidak pernah turun lagi. Sayur sawi saja harganya 22 ribu. Bagaimana kami mau jual lagi?" Kegalauan dari pedagang sayur-mayur ini berdampak pada calon pembeli atau pelanggannya. Yang biasa berbelanja banyak, kini harus mikir beberapa kali untuk melakukannya.
 
Saya termasuk yang tidak begitu memikirkan besarnya kenaikan bahan makanan. Jika tidak memiliki uang yang banyak, maka cukup beli sedikit. Tidak ada paksaan untuk membeli dengan jumlah yang banyak. Prinsip itu selalu menjadi jalan yang saya tempuh ketika beberapa kebutuhan naik.
 
Selain itu, beberapa bulan ini saya sengaja mengencangkan 'ikat pinggang' untuk menabung. Meskipun besaran uang yang saya tabung tidak begitu banyak. Saya yakin uang tabungan saya itu akan sangat membantu di saat keadaan darurat. Prinsip tegaan, nama yang lebih tepat untuk perilaku itu.
 
Saya menabung bukan dari sisa belanja, tetapi langsung saat saya menerima uang itu. Dari mulai menabung, saya tidak pernah memikirkan untuk mengambilnya. Namun, saat kondisi mendesak, mau tidak mau saya akan melakukannya.
 
Hidup itu butuh nyaman. Namun, ketidakmampuan dalam mengelola keuangan saat kondisi nilai tukar dolar naik ini dapat menyebabkan stres. Berada pada kondisi stres atau tertekan akan menimbulkan berbagai keadaan yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah keuanganmu di tengah ketidakpastian global. 
 
Kita tidak bisa memungkiri bahwa keadaan dunia saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Antrian bensin dan solar yang panjang dan menimbulkan kemacetan di mana-mana. Kelangkaan bahan bakar yang tidak bisa disangkal membuat kita berpikir bagaimana cara untuk menyikapi keadaan ini.

Baca Juga:  Dolar Makin Mahal, Begini Cara Menabung Keperluan Haji
 
Saya sendiri sebagai ibu rumah tangga dengan berbagai aktivitas keluarga seperti antar jemput dan harus bolak-balik ke rumah sakit merasakan mencari bahan bakar ini. POM bensin yang dilewati banyak yang kosong padahal kendaraan banyak yang mengantri. Mereka rela mengantri lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan.
 
Pengeluaran untuk kebutuhan harian dan bahan bakar yang membuat para ibu rumah tangga seperti saya harus bisa bertahan. Menabung menjadi cara saya untuk mengolah keuangan pada saat ini. Mungkin tabungan itu tidak sebanyak sebelum adanya konflik perang antara Israel dan Iran. Namun, tidak ada salahnya tetap menabung meskipun tidak banyak.
 
Menghemat dan memangkas beberapa kebutuhan sekunder atau tersier akan menjadi jalan lain agar tetap bertahan. Selayaknya seorang ibu yang baik, maka saya akan tetap memperhatikan makanan dan tumbuh kembang anak. Jangan sampai anak-anak tidak terpenuhi kebutuhannya hanya karena ingin menabung.
 
Setelah kenaikan nilai dolar yang sudah mencapai 18 ribuan, saya harap tidak ada lagi masalah yang serupa. Bahkan besar harapan saya agar kondisi ini segera pulih. Banyak impian yang belum diwujudkan seperti pergi umroh dan haji. Semoga suatu saat keinginan itu dikabulkan oleh Allah. 


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 

Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung