Membangun Kebiasaan dengan 3 Langkah Kecil, Sumber Gambar: Editing Pribadi dengan AI
Kalau kita simak aneka macam konten motivasi, ada yang menggembar-gemborkan perubahan positif dalam hidup. Seringkali, ada pula yang mengajarkan terlalu ekstrim, bahwa hidup ini harus berubah secara drastis.
Ada yang menganjurkan untuk ke luar dari zona nyaman. Padahal, hidupnya sudah nyaman, masa disuruh lagi ke luar dari zona nyaman? Kalau yang dimaksud itu ke luar sambil makan nyam-nyam, maka itu lain keadaan.
Ternyata, perubahan besar itu banyak yang gagal, lho! Saat membaca, menonton, atau bahkan hadir di seminar-seminar motivasi, muncul tekad dalam diri untuk harus berubah mulai saat ini.
Kita semangat sepulang dari acara tersebut. Harganya mungkin terbilang mahal dan merupakan pengorbanan besar di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini, makanya tidak boleh rugi. Hidup harus berubah. Hidup harus seperti yang dikatakan si motivator.
Namun, apakah hal itu selalu berhasil? Apakah kita benar-benar berubah? Rupanya tidak juga. Selain kita bukan Power Rangers yang berubah hanya dari jam tangan, kita juga bukan Ultraman yang bisa berubah menjadi raksasa.
Jika yang dimaksud power hanger, artinya sering kita pakai kekuatan hanger untuk menjemur pakaian atau yang dimaksud Ultraman adalah karena sering minum susu Ultra, maka itu bisa cocok.
Motivasi memang kadang menggelora, kadang berapi-api, tetapi selang satu dua hari, mulai mlempem lagi. Bahkan lebih mlempem daripada kerupuk putih yang seringnya ada di tempat plastik dengan tulisan Barokah itu.
Mulai dari Kebiasaan Kecil
Bila memang tidak bisa langsung perubahan besar, kenapa tidak dimulai dari perubahan kecil? Ada sebuah penelitian dan saya tidak diajak di situ karena memang tidak bisa.Penelitian dari Duke University pada tahun 2006 mengatakan bahwa 45 persen dari perilaku harian manusia itu ternyata bukan dari keputusan besar, tetapi dari kebiasaan otomatis.
Ada pula dari buku Atomic Habits tahun 2018. Kalau generasi 80-90-an, malah kenalnya Atomic Kitten, ya 'kan?
Dalam Atomic Habis, eh, Atomic Habits, perbaikan sebesar 1 persen saja setiap hari selama satu tahun akan menghasilkan kemajuan sebesar 37 kali lipat.
Cukup besar dan signifikan bukan? Hanya sebesar 1 persen, lho, tetapi ketika dihitung setahun, perubahan cukup lumayan juga.
Satu lagi, menurut Roy Baumeister (Florida State University tahun 1998): Semakin sering kita ingin mengubah diri itu malah menurunkan semangat dan membuat lelah. Solusinya adalah buatkan kebiasaan otomatis.
Kebiasaan otomatis memang tidak harus kita membeli terlebih dahulu motor atau mobil matis alias matic. Selain belum ada uang, memang tidak ada hubungannya juga, sih.
Baca Juga: Ketika Dolar Tembus Rp18.000, Haruskah Kita Ikut Panik?
3 Langkah Melakukan Perubahan Kecil
Langsung saja, daripada bertele-tele, karena tele itu seringnya ada di telepon dan televisi, bagaimana sih membangun perubahan kecil dalam hidup kita?Langkah Pertama: Start Tiny
Pertama, istilahnya adalah start tiny. Ini jangan dikaitkan dengan Mbak Tiny, ya! Soalnya ada teman saya namanya Suhartiny dan sekarang entah di mana.Maksud dari start tiny adalah mulai dari hal yang sekecil mungkin dan hampir mustahil untuk gagal. Ini disebut juga dengan the 2 minutes rule, mulai dari 2 menit, bukan 2 jam.
Lho, Mas, kenapa mesti 2 menit? Jawabannya adalah karena otak selalu mencari cara yang paling mudah. Jika sebuah kebiasaan terasa berat di awal, maka otak akan menolaknya.
Sebaliknya tanpa harus menumpahkan mangkuk, jika sesuatu terasa sangat mudah, maka otak tidak punya alasan untuk menolak atau menghindarinya.
Contoh penerapan dari langkah pertama ini adalah mulai baca 1 halaman buku setiap hari. Satu halaman tidak akan menghabiskan 2 menit, mungkin yang ada malah menghabiskan dua potong kue.
Contoh lainnya adalah mulai 2 menit peregangan setelah bangun tidur. Kalau cuma 2 menit, gampang sekali bukan? Selan itu, setiap malam, tulis 1 saja hal yang disyukuri pada hari itu. Kalau cuma 1 hal, pasti juga gampang sekali.
Bagi kamu yang ingin belajar bahasa asing yang baru, misalnya bahasa Perancis karena presiden baru saja dari sana, maka dapat dimulai dari 1 kosakata baru setiap hari. Ini juga mudah.
Kalimat dahsyat pada poin ini adalah jangan ukur seberapa besar kamu memulai. Ukurlah seberapa konsisten kamu untuk melanjutkan.
Oke, kita masuk ke poin ke yang kedua. Poin ini tidak ada hubungannya dengan catur, kalau yang itu namanya pion. Tidak serupa, tetapi juga tidak sama.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.