Ramadan Hampir Usai: Jangan Sampai 10 Malam Terakhir Berlalu Begitu Saja

Heningnya Malam di Penghujung Ramadan (Sumber gambar: Freepik)


Be-emers, beberapa hari lalu saya sempat melihat kalender dan baru benar-benar sadar bahwa Ramadan sudah hampir selesai.

Rasanya agak aneh. Di awal bulan, semuanya terasa masih panjang. Kita masih sempat membuat banyak rencana. Ada yang ingin lebih rajin membaca Al-Qur’an, ada yang berharap bisa memperbanyak ibadah malam, dan ada juga yang ingin menjalani Ramadan dengan kebiasaan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Namun tanpa terasa, hari-hari berjalan begitu cepat. Baru rasanya kita mulai terbiasa bangun sahur lebih pagi. Suasana masjid juga masih terasa ramai di awal Ramadan. Bahkan beberapa orang masih sempat berkata, “Ramadan baru mulai.”

Sekarang, tiba-tiba saja bulan ini sudah hampir sampai di ujung waktunya. Di titik seperti ini biasanya muncul satu perasaan yang cukup familiar: seolah waktu berjalan lebih cepat dari yang kita sadari.

Padahal aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa. Pekerjaan tetap harus diselesaikan, urusan rumah tangga tetap berjalan, dan menjelang Lebaran biasanya justru muncul kesibukan baru.


Tanpa terasa, Ramadan hampir selesai.
Padahal di bagian akhir bulan inilah terdapat salah satu waktu yang paling istimewa, yaitu sepuluh malam terakhir Ramadan.

Pada malam-malam ini diyakini terdapat satu malam penuh kemuliaan yang dikenal sebagai Lailatul Qadar. Malam ini disebut memiliki keutamaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Karena itulah banyak orang mencoba memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan dengan lebih sungguh-sungguh.

Lalu, apa yang sebenarnya bisa kita lakukan agar waktu yang tersisa ini tidak lewat begitu saja?
 

Mengingat Kembali Niat yang Pernah Dibuat

Kadang kita tidak perlu membuat rencana baru yang terlalu besar. Cukup mengingat kembali niat yang pernah kita buat di awal Ramadan.

Saat memasuki sepuluh malam terakhir, kita mulai menyadari bahwa waktu bulan ini sudah tidak panjang lagi. Kesadaran sederhana seperti ini sering kali cukup untuk membangkitkan kembali semangat yang mungkin sempat menurun.

Tidak harus langsung melakukan ibadah yang berat. Yang penting adalah menjaga kesungguhan untuk memanfaatkan waktu yang masih ada.
 

Memberi Ruang Waktu untuk Malam Ramadan

Setelah beraktivitas sejak pagi hingga sore, wajar jika tubuh terasa lelah ketika malam tiba. Kadang keinginan untuk memperbanyak ibadah berbenturan dengan rasa capek setelah menjalani berbagai kegiatan sepanjang hari.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Lailatul Qadar: Amalan yang Dianjurkan pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Karena itu, mencoba mengatur kembali kegiatan di malam hari bisa membantu. Beberapa hal yang tidak terlalu penting bisa ditunda terlebih dahulu.  Dengan begitu, kita memiliki waktu yang lebih tenang untuk beribadah tanpa merasa terburu-buru.

Kadang yang dibutuhkan bukan waktu yang sangat panjang, melainkan suasana yang lebih tenang.
 

Menjaga Ibadah yang Sederhana

Berusaha memaksimalkan ibadah tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana justru sering lebih mudah dijaga.

Membaca beberapa halaman Al-Qur’an, memperbanyak zikir, meluangkan waktu untuk berdoa, atau mencoba melaksanakan salat malam sudah menjadi cara yang baik untuk mengisi malam Ramadan.

Yang paling penting sebenarnya bukan jumlahnya. Yang lebih berarti adalah bagaimana kita bisa menjaga kebiasaan tersebut agar tetap dilakukan secara konsisten.