Pos mudik terbesar [Freepik]
Mengutip Bisnis Ekonomi, sejumlah studi dan proyeksi ekonomi menunjukkan rata-rata keluarga Indonesia menyiapkan dana sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta untuk mudik. Dengan adanya inflasi dan faktor eksternal lain, angka ini meningkat 30% lebih tinggi.
4 Pos Pengeluaran yang Menguras Uang Saat Mudik dan Cara Menyiasatinya
Besarnya perputaran uang ini menunjukkan mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga fenomena ekonomi besar yang memengaruhi banyak sektor: transportasi, retail, makanan, hingga pariwisata daerah.
Merujuk berbagai sumber, terdapat beberapa pos finansial yang membutuhkan dana paling besar kala mudik. Kalau tidak disiasati dengan baik, awas gigit jari setelah hari raya usai.
1. Transportasi
Contoh saja hitungan kasar:
- Kereta ekonomi/eksekutif: Rp350 ribu–Rp800 ribu sekali jalan
- Bus antarkota: Rp250 ribu–Rp600 ribu
Siasat: Kuncinya adalah hindari pesan tiket go show karena harga sudah pasti melejit. Untuk perjalanan udara atau kereta, dianjurkan untuk membeli tiket 1–2 bulan sebelum Lebaran agar lebih murah. Beberapa maskapai bahkan memberikan promo early booking untuk periode mudik.
2. Biaya Perjalanan Darat
Biaya bensin, tol, parkir, juga makan ketika istirahat untuk makan membutuhkan biaya tak sedikit. Dalam perjalanan jauh, biaya ini bisa mencapai jutaan rupiah.
Siasat: jika memungkinkan, kamu bisa membawa bekal praktis agar tidak kebanyakan jajan. Pastikan kendaraan sudah diservis jauh hari sebelum berangkat mudik agar bisa ketahuan bilamana ada kerusakan.
3. Belanja Keperluan Lebaran
Sebut saja belanja baju lebaran, oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung halaman, belum lagi budaya tukar hampers yang marak di ibukota.
Siasat: buatlah skala prioritas siapa yang layak ada dalam urutan. Misal hampers belikan saja untuk orang tua, mertua, atau kolega kantor yang benar-benar dekat saja. Pertimbangkan untuk skip beli baju kalau busana lebaran tahun lalu masih bagus.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.