Makna Idulfitri dan Nilai-Nilai yang Bisa Diterapkan

Lebaran/ Foto oleh Arie Rachmat: https://www.pexels.com/il)


"Eh, kamu lebaran hari apa? Hari ini atau besok?"
 
Pertanyaan yang selalu terdengar di telinga setiap tahun menjelang berakhirnya Ramadan. Kali ini pertanyaan serupa pun datang.

Beberapa daerah memang ada yang lebarannya kemarin, ada yang hari ini, dan ada yang besok. Semuanya memiliki dasar pemikiran tersendiri, seperti meyakini bulan Islam itu 29 hari, berarti hari ini lebaran.

Jika menggenapkan 30 hari, berarti besok baru lebaran. Namun, kesepakatan bahwa tidak ada lebaran di hari yang ke-28. 
 
Saya sendiri cenderung mengikuti fatwa ulama dari pemerintah sehingga besok baru lebaran. Alhamdulillah, hari ini puasa terakhir. Besok sudah Idulfitri 1447H. Selamat hari raya Idulfitri, ya.
 

Hakikat Idulfitri

Setelah berpuasa sebulan penuh dan melakukan banyak ibadah-ibadah sunnah, akhirnya setiap orang yang beriman ditempa jiwa, raga, dan ruhiyahnya.

Setelah sebulan berhasil ditempa, maka derajat orang yang beriman itu meningkat menjadi orang yang bertakwa. Orang yang berhasil menyelesaikan masa sebulan inilah yang seharusnya merayakan kemenangannya. 
 
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(QS. Al Baqarah: 183)
 
Lelaki gagah, yang pada siang hari dengan leluasanya mengepulkan asap rokok di tempat umum rasanya tidak pantas ikut berlebaran.

Lebaran adalah hari raya khusus untuk orang yang berpuasa meskipun kita tidak tahu apakah amalan kita bernilai pahala di sisi Allah.


Yang terpenting, selama sebulan Ramadan kita mengoptimalkan amal ibadah kita kepada Allah. Hasilnya, biarlah Allah yang simpan.
 
Kadang, saya tidak habis pikir,"Kok enggak malunya orang-orang yang selama Ramadan tidak pernah berpuasa. Eh, tetiba lebaran mau ikut senang-senangnya saja."

Pikiran itu kerapkali mampir di benak saya, tetapi buru-buru saya alihkan untuk berprasangka baik pada mereka. "Mungkin mereka sedang sakit, jadi enggak bisa puasa." 
 
Hakikat Idulfitri atau lebaran itu bukan sekadar perayaan saja. Adanya hari raya adalah bentuk kesyukuran kepada Allah. Hari raya adalah bentuk kasih sayang Allah karena telah berhasil dalam ketaatan pada-Nya.