Strategi komunikasi saat wfh [Freepik]
Melansir berbagai sumber, Menaker mengimbau agar kebijakan ini turut diberlakukan untuk sektor swasta. CNA.id menyebut tujuan kebijakan ini ialah menghemat konsumsi BBM hingga 20% akibat lonjakan harga minyak global.
Di samping itu sebagai langkah menekan kemacetan bagi pekerja yang berkantor di Jakarta dan sekitarnya.
Kendati demikian, kebijakan ini masih digodok dengan matang oleh pemerintah daerah. Efektivitas kebijakan ini dipertanyakan: apa korelasi gaya kerja dengan isu hemat energi?
Selain itu juga, kontra bermunculan karena dikhawatirkan mengganggu produktivitas karyawan itu sendiri.
Strategi Komunikasi Minim Konflik Saat WFH
Karena kala itu saya bekerja di perusahaan multinasional, strategi komunikasi menjadi hal yang dikedepankan. Literally, saya sempat merasakan kolega asing banyak yang trust issue dengan produktivitas orang Indonesia.
Saya masih ingat betul diberlakukan absensi tatap muka melalui zoom selama beberapa bulan, screenshot dikirimkan pada bagian Regional. Lucunya, rules ini hanya dikenakan pada tim di Indonesia :)
Belajar dari 'ketimpangan' macam ini, diperlukan strategi agar komunikasi berjalan lancar. Hal ini juga saya terapkan saat 'wfh abadi' pandemi dulu.
1. Buat Kesepakatan dengan Atasan dan Tim
Pastikan kamu dan atasan punya pemahaman yang sama tentang target kerja & deadline, juga intensitas laporan (apakah secara mingguan atau harian).
Tetapkan juga jam yang diharapkan seluruh anggota tim harus merespon segera. Hal ini supaya sama-sama enak dan meminimalisir kesan pimpinan harus bertindak micromanagement.
2. Komunikasi To the Point
Hindari chat yang terlalu panjang atau malah terlalu minim konteks. Terapkan penjelasan singkat, padat, langsung ke poinnya. Gunakan formula:
- Konteks: Apa yang sedang dikerjakan
- Update: Progress saat ini
- Next step: Langkah berikutnya
- Blocker: Kendala (kalau ada)
“Update project A: desain sudah 80%, revisi dari tim sudah masuk. Next: finalisasi besok. Kendala: menunggu approval budget.”
3. Tentukan Channel Komunikasi
- Zoom/Gmeet: Mendiskusikan topik kompleks, weekly meeting
- Chat: diskusi pendek atau refreshing sejenak
- Email: dokumentasi formal yang membutuhkan bukti Attachment
- Excel: slide dipecah untuk breakdown update task, report angka, dan lainnya
- Google Docs; SOP, terms & conditions tugas + deadline, catatan penting
4. Berkomunikasi Secukupnya
Komunikasi memang esensial, tetapi seperlunya saja ya. Update progres secara berkala, beritahu jika ada perubahan atau delay.
Tunjukkan ownership kamu di sini, selalu libatkan diri dan proaktif. Hindari kebiasaan menunggu ditanya dulu.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.