5 Tips Mengamankan Keuangan di Masa Ketidakpastian Ekonomi Akibat Perang

5 Tips Mengamankan Keuangan di Masa Ketidakpastian Ekonomi Akibat Perang. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, ngerasa enggak sih akhir-akhir ini, dengan jumlah uang yang sama, barang yang kita terima (ketika berbelanja) lebih sedikit? Mungkin ini kenyataan dari inflasi ya? Atau apakah ini juga termasuk efek perang dari Iran-Israel?
 
Dampak konflik dunia, karena letak indonesia dengan area konflik cukup jauh, memang tidak begitu terasa. 
 
Tetapi, jika dilihat dari sudut pandang industri, yang barang-barangnya sangat bergantung pada rantai pasok global, kenaikan harga minyak dunia memang jadi penyebab kenaikan harga barang-barang tersebut.
 
Jadi, meskipun gaji yang kita terima jumlahnya tetap, saat ini terasa "kurang banyak" nilainya.
 

5 Tips Mengamankan Keuangan di Masa Ketidakpastian Ekonomi Akibat Perang

Berikut adalah 5 tips mengamankan keuangan di masa ketidakpastian ekonomi akibat perang yang bisa kamu coba:

1. Atur Ulang Setiap Pos

Misalnya pos konsumsi, hiburan, dana darurat, tabungan, dan pos investasi.
 
Jika ada kemungkinan yang diubah, Be-emers bisa ubah untuk sementara waktu, agar tidak stres. Misal nih, karena kondisi perang ini, kita bisa pilih untuk fokus ke pemenuhan dana darurat terlebih dahulu.
 

2. Lakukan Deteksi "Bocor Halus" Tanpa Input Manual

Malas enggak sih, melakukan pencatatan keuangan pribadi? Pun pakai aplikasi, tetap harus input manual kan, menyita waktu dan ribet banget! 
 
Kenapa tidak cukup berpedoman pada ‘perencanaan dan disiplin’, saja?
 
Sayangnya Be-emers, tanpa pencatatan, sulit mendeteksi pengeluaran-pengeluaran yang tidak ada posnya, tetapi jumlahnya lumayan. Kita sebut itu sebagai ‘bocor halus’.
 
Nah, bagi Be-emers yang samaan dengan penulis, saat ini penulis coba atasi hal tersebut dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah ada (tidak perlu pasang lagi), dengan cara menggunakan satu pembayaran digital untuk satu pos.
 
Misalnya e-wallet tertentu khusus untuk pos konsumsi.
 
Dengan ini, kita tidak perlu input satu per satu, di akhir bulan, kita tinggal pelajari “historinya” 
 

3. Saatnya Mulai Menjual Keahlian Diri

Biar rasa “kurang aman” dan ingin “sedikit bernafas lebih lega” bisa diatasi di kondisi harga barang-barang naik ini. Dan biar jumlah dana darurat semakin meningkat.

Be-emers, bisa mulai nih, untuk lebih fokus ke mengasah dan menjual keahlian ke pihak yang membutuhkan. 
 
Jasa mengelola media sosial misalnya. Ini, selain bisa menghasilkan penghasilan tambahan, juga bisa dikerjakan jarak jauh. Jadi tetap hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan ikut menyumbang hemat energi di tangan krisis energi kan?