Gambaran krisis AS-Iran Saat Gencatan Senjata dan Tips Kelola Uang Saat Krisis, Sumber Gambar: Editing Pribadi Dibantu AI
Like
Istrirahat. Itu jelas sebuah kata yang salah. Yang benar adalah istirahat. Kata "istirahat" dipahami sebagai kata yang berarti berhenti sebentar dari sebuah aktivitas, nanti bisa lanjut lagi atau tidak, tergantung dari orangnya. Jadi seperti jemuran, pakai tergantung. Kamu sudah masukkan jemuranmu?
Kata "istirahat" juga biasanya ada di kehidupan pekerja atau anak sekolah. Dari pagi bekerja atau belajar, ada momen mereka menikmati rehat. Mungkin mengisi perut dengan makanan, minuman, asal bayar yang benar saja di kantin. Soalnya, kenangan masa lalu, antara yang dimakan dan dibayar bisa jadi berbeda.
Nah, istirahat yang satu ini justru mendunia. Istirahat yang terjadi dalam perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Mereka menyatakan gencatan senjata alias istirahat perang dulu, lah yauw!
Rudal Bentuk Lain
Meskipun antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran awalnya adalah perang jarak jauh memakai rudal, tetapi di rumah kita ada jenis rudal lain. Kalau rudal yang enak memang bakso rudal. Ada di warung makan di tempat saya, cukup enak dimakan. Paling yang "meledak" adalah mulutnya karena kepanasan dan kepedasan.
Jenis rudal lain yang tidak enak dirasakan adalah "rudal" tagihan listrik dan harga plastik. Rudal yang satu ini benar-benar memainkan emosi dan perasaan, terlebih kita sebagai kepala keluarga.
Saat listrik prabayar kita berbunyi-bunyi, layaknya bom waktu, dan memang betul-betul jadi bom waktu, kalau tidak dibayar, tunggu waktunya listrik mati.
Itu baru dari segi tagihan listrik, bagaimana dengan serangan "rudal" pada keuangan lainnya? Akan ada yang tidak terduga, jika tidak pandai dalam mengelola keuangan.
Tiga Pilihan dalam Keuangan
Biasanya, dalam masalah keuangan, ada tiga pilihan. Pertama adalah menabung, kedua adalah menyiapkan dana darurat. Ini jelas bukan uang yang disimpan dan dititipkan ke pegawai RS di Unit Gawat Darurat. Dan, yang ketiga adalah investasi. Mana yang kamu pilih terlebih dahulu sebagai cara untuk menghadapi gejolak keuangan? Apalagi gejolak keuangan ini bisa lebih dahsyat efeknya daripada gejolak cinta. Terlebih jika orang yang kamu cintai, sedang tidak punya uang, jelas menambah gejolak.
1. Menabung Sebagai Pengaman Likuiditas
Kalau anak kecil dahulu diajarkan menabung di celengan ayam. Biasanya, celengan ayam tersebut dibentuk berjenis kelamin jantan. Apakah ini dikaitkan dengan jantan atau laki-laki yang harus lebih banyak menyimpan daripada perempuan yang lebih banyak membelanjakan? Tabungan sekarang dapat ditaruh di rekening bank yang dirasa lebih aman daripada celengan ayam. Kalau di celengan rawan diambil orang, sementara di bank, asalkan kartu ATM dan PIN-nya terjaga, uang di rekening tidak bisa sembarang diotak-atik.
Meskipun menabung sebagai pengaman likuiditas dan bisa dianggap sebagai "uang dingin" yang gampang diambil, tetapi menabung juga butuh strategi.
Sebab, jika salah strategi menabung, bukannya untung, malah bisa kena inflasi. Nilai uang jadi semakin berkurang. Kalau sudah begitu yang rugi siapa? "Yang Rudi juga siapa"?
Baca Juga: Konflik Iran-AS vs Israel Tak Kunjung Usai: Gimana Dampaknya?
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.