Business Mom Bangun Brand Fashion (Sumber: Freepik.com dan Canva)
Setiap orang pasti punya mimpi dan cita-cita yang ingin diwujudkan saat dewasa, supaya bisa menjalani pekerjaan dengan penuh semangat. Hal ini juga berlaku untuk ibu rumah tangga.
Meski banyak waktu dihabiskan di rumah, bukan berarti mimpi ikut terhenti. Justru, banyak brand fashion yang lahir bukan dari rencana bisnis yang rumit, tetapi dari passion yang dekat dengan kesehariannya.
Bagi seorang Mompreneur, ketertarikan pada dunia fashion sering tumbuh dari pengalaman personal. Mulai dari hobi mix & match outfit, memahami pakaian yang nyaman untuk aktivitas padat, hingga muncul ide bentuk fashion yang berbeda.
Ide bisnis itu dapat terinspirasi dari kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari dan bisa terbentuk karena passion yang datang dari pengalaman pribadi.
Namun, passion saja tidak akan cukup untuk membangun sebuah bisnis impian karena bukan sesuatu yang instan untuk dilakukan, apalagi dengan latar belakang kamu yang belum memahami lebih jauh terkait bisnis fashion.
Nah, saat kamu sudah menuliskan ide dan rencana bisnismu, artinya kamu sudah mengambil langkah besar untuk memulai sesuatu yang baru.
Passion yang selama ini ada dalam dirimu bisa berubah menjadi bisnis yang bernilai dengan dipadukan strategi yang jelas, detail pada riset pasar, dan cerita brand yang kuat.
5 Langkah Membangun Bisnis untuk Seorang Mompreneur
Supaya enggak berhenti di ide, ini 5 langkah yang bisa dilakukan Business Mom untuk mulai bangun bisnis di bidang fashion.
1. Riset Kebutuhan Pasar
Kita perlu melakukan riset kebutuhan pasar yang berkaitan dengan produk yang ingin dibangun, seperti melihat dari tren fashion terkini, kebiasaan belanja dari setiap target audience, hingga membentuk harga yang realistis. Kamu bisa mendapatkan informasi tambahan dari teman dan komunitas ibu untuk jadi bekal awal dari bisnis kamu agar produk lebih tepat sasaran.
2. Tentukan Produk dari Pengalaman Pribadi
Mulai dari kategori yang benar-benar dipahami, seperti daily wear yang nyaman untuk aktivitas antar jemput anak, office look praktis untuk perempuan yang menaiki transportasi umum, atau outfit ibu dan anak.Dengan ide yang berangkat dari pengalaman pribadi, produk akan terasa lebih natural, relevan, dan mudah dipasarkan karena kamu paham pain point dari pembeli.
3. Bangun Value Brand
Di dunia fashion, kebanyakan orang nggak cuma beli baju, tapi juga membeli cerita dan value di balik brand.Kamu bisa menentukan sesuatu yang membuat brand mu berbeda dari yang lain, seperti bisa fokus pada bahan adem untuk ibu yang masih aktif bekerja atau membentuk konsep sustainable fashion.
Kalau kamu punya cerita brand yang kuat, audiens akan lebih mudah tertarik dan percaya dengan produkmu.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.