Tren gaya hidup sehat kini bukan lagi sekadar olahraga, memilih menu makanan sehat juga sudah jadi kebutuhan dasar bagi para pelanggan yang peduli kesehatannya.
Banyak orang mulai sadar bahwa “
You are what you eat”. Kesehatan dimulai dari memilih makanan sehat untuk konsumsi. Itulah alasan bisnis makanan sehat memiliki potensi pasar yang besar.
Jadi, tidak hanya membidik pasar olahragawan atau atlet, pelanggan umum yang peduli kesehatan pun kini lebih memilih makanan sehat untuk kesehariannya.
Bagi Be-emers yang ingin terjun ke dunia kuliner, berikut adalah 7 tips sukses membangun bisnis makanan sehat yang cuan:
7 Tips Sukses Bisnis Makanan Sehat untuk Pemula: Peluang Cuan Tahun 2026
Berikut adalah tips sukses bisnis makanan sehat untuk pemula yang berpotensi mendatangkan cuan di tahun 2026:
1. Tentukan Target Pasar Spesifik
Untuk bisnis makanan sehat, Be-emers tidak bisa menyasar semua orang. Kuncinya adalah target pelanggan yang tepat.
Contoh Target: Wanita atau pria usia 17–35 tahun, pekerja kantoran yang sibuk, atau individu yang peduli kesehatan namun tidak memiliki waktu untuk memasak sendiri.
Dengan target yang jelas, Be-emers enggak akan stress atau kecewa jika sementara belum banyak pelanggan yang beli.
2. Menu dengan Nutrisi Tinggi
Pelanggan pemilih makanan sehat biasanya tidak masalah dengan rasa yang lebih light (ringan) asalkan manfaat kesehatannya nyata. Jadi Be-emers harus peduli dengan hal-hal berikut:
Karbohidrat kompleks: pilih nasi merah atau nasi jagung, yang kaya serat agar kenyang lebih lama.
Minimal proses: olahraga sayuran dengan cara dikukus atau ditumis cepat agar warna dan nutrisinya tetap terjaga. Hindari penggunaan santan berlebih.
Tinggi protein: ikan bisa jadi pilihan favorit pelanggan dengan berbagai alasan. Untuk variasi Be-emers bisa pilih dada ayam, telur, atau daging merah tanpa lemak, yang jumlahnya sedikit lebih banyak daripada karbohidratnya.
Rendah lemak dan lemak sehat: jangan menggunakan minyak goreng berlebih. Sebaliknya, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun.
Buah segar: sajikan buah potong atau jus murni dengan madu sebagai pengganti gula pasir.
3. Harga Kompetitif dan Masuk Akal
Meskipun mereka peduli kesehatan, mereka tetap cinta uang ya Be-emers, hehe.. Pelanggan biasanya membandingkan harga beli makanan sehat tersebut dengan biaya ketika memasak sendiri.
Jadi pastikan harga yang ditawarkan Be-emers masuk akal.
4. Gunakan Storytelling untuk Pemasaran
Be-emers, sebenarnya yang bikin makanan sehat mahal itu:
- bahan bakunya memang harus bagus dan bernutrisi, misal sayur dan buah berwarna-warni
- bahan umum ganti bahan premium: misal minyak goreng diganti minyak zaitun
- harus memilih metode memasak yang menjamin nutrisi tetap terjaga dan di saat bersamaan rasanya tetap enak.
Hal-hal tersebut biasanya tidak masuk hitungan pelanggan ketika membandingkan dengan memasak sendiri.
Oleh karena itu beritahu pelanggan dengan menggunakan teknik storytelling di pemasaran Be-emers. Bagikan storytelling tersebut di berbagai media sosial pemasaran Be-emers.
Pelanggan tidak bakalan keberatan membayar harga premium jika mereka tahu kualitas produk kita.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.