Cara mematangkan ilmu sebelum berbisnis [Freepik]
Tujuannya? Jelas supaya bisnis lebih terarah dan pastinya mendulang cuan seiring prosesnya. Bisnis bukan soal siapnya saja, tapi berani mulai dengan ilmu yang cukup.
Cara Mematangkan Ilmu Sebelum Mulai Berbisnis yang Patut Dipahami
Merujuk berbagai literatur, berikut strategi investasi leher ke atas supaya bisnis bisa moncer!
1. Kuasai 3 Ilmu Inti Ini
- Marketing: bagaimana supaya bisnis kamu bisa menarik perhatian pelanggan
- Sales: setelah menarik, ilmu menjual juga krusial. Di sini kamu ditantang agar orang akhirnya convert (membeli), hingga akhirnya repeat order dan menjadi loyal customer
- Cashflow: Tak kalah penting mengelola keuangan. Memisahkan dana operasional dengan modal, memutar keuntungan untuk bisnis
2. Latih Insting dengan Interaksi
Misal kamu tertarik menjual template pencatatan keuangan. Ajak ngobrol teman kamu yang selama ini mengeluh kesulitan mengatur gaji. Dengarkan masalahnya, tanya jika ada template excel, apa yang sekiranya ia harapkan ada di produk itu.
3. Mulai dengan Proyek Kecil-kecilan
Sebelum ekspansi, mulailah dengan mini proyek dulu. Terpikir ingin punya petshop, latihan jadi reseller dulu. Ada impian mengelola pet hotel, tantang diri menawarkan jasa pada teman menitipkan hewan peliharaan saat mereka mudik. Big journey begins with small step.
4. Terapkan Learning Sprint
Contoh: minggu pertama basic business, minggu kedua personal branding & product, minggu ketiga mulai menjual produk.
5. Belajar dari Role Model
Sekarang ini sudah banyak sesi Coaching clinic atau mentoring bersama pengusaha atau tokoh ternama, tetapi pasti investasinya tidak sedikit. Jika kamu masih sangat pemula, kita bisa belajar gratis tapi 'mahal'.
Caranya dengan membaca buku tentang tokoh bisnis, ilmu mengelola keuangan bisnis, juga mendengarkan podcast.
Banyak podcast youtube yang isinya sangat daging membahas A-Z bisnis, studi kasus orang yang gagal bahkan bangkrut karena ditipu, dan lainnya. Pelajaran mahal bahwa bisnis tak hanya soal untung, ada risiko yang harus siap ditanggung kala sudah siap jadi bos untuk diri sendiri.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.