Stop Asal Mulai! Ini Cara Mematangkan Ilmu Sebelum Bisnis Biar Cuan

Cara mematangkan ilmu sebelum berbisnis [Freepik]


Ide bisnis beterbangan di kepala, modal juga sudah terkumpul sebagai basic awal. Sayangnya, seseorang yang ingin terjun ke dunia bisnis sering melupakan hal penting: investasi leher ke atas alias ilmu. Mematangkan ilmu adalah hal krusial.

Tujuannya? Jelas supaya bisnis lebih terarah dan pastinya mendulang cuan seiring prosesnya. Bisnis bukan soal siapnya saja, tapi berani mulai dengan ilmu yang cukup.


Cara Mematangkan Ilmu Sebelum Mulai Berbisnis yang Patut Dipahami

Menunggu sempurna, bisnis tak akan mulai sampai kapan pun. Bisnis tanpa ilmu ibarat berenang langsung di kolam 2 meter padahal belum tahu gaya berenang apapun.

Merujuk berbagai literatur, berikut strategi investasi leher ke atas supaya bisnis bisa moncer!


1. Kuasai 3 Ilmu Inti Ini

Ingin bisnis harus tahu dulu produk apa yang akan dijual. Benar, ngga ada salahnya. Namun, kalau hanya fokus produk, kamu akan kalah. Jangan lupa kuasai:
  • Marketing: bagaimana supaya bisnis kamu bisa menarik perhatian pelanggan
  • Sales: setelah menarik, ilmu menjual juga krusial. Di sini kamu ditantang agar orang akhirnya convert (membeli), hingga akhirnya repeat order dan menjadi loyal customer
  • Cashflow: Tak kalah penting mengelola keuangan. Memisahkan dana operasional dengan modal, memutar keuntungan untuk bisnis


2. Latih Insting dengan Interaksi

Sebenarnya bisnis apa saja bisa jadi uang. Pertanyaannya: apakah ide kamu sungguh dibutuhkan di pasaran? Supaya tahu, kuncinya adalah berinteraksi.

Misal kamu tertarik menjual template pencatatan keuangan. Ajak ngobrol teman kamu yang selama ini mengeluh kesulitan mengatur gaji. Dengarkan masalahnya, tanya jika ada template excel, apa yang sekiranya ia harapkan ada di produk itu.



3. Mulai dengan Proyek Kecil-kecilan

Namanya juga manusia, pasti inginnya langsung untung, bisnis dikenal seluruh dunia. Be-emers, bahkan Kolonel Sanders mendapatkan penolakan dan cemoohan sebelum akhirnya KFC digemari umat manusia.

Sebelum ekspansi, mulailah dengan mini proyek dulu. Terpikir ingin punya petshop, latihan jadi reseller dulu. Ada impian mengelola pet hotel, tantang diri menawarkan jasa pada teman menitipkan hewan peliharaan saat mereka mudik. Big journey begins with small step.


4. Terapkan Learning Sprint

Setelah tahu ide bisnisnya apa, terapkan learning sprint alias belajar secara terstruktur. Caranya: fokus 1 skill dalam seminggu, 30 hari fokus 1 bidang, 90 hari siap eksekusi. Mental ulet dan fokus seperti ini sangat dibutuhkan pengusaha.

Contoh: minggu pertama basic business, minggu kedua personal branding & product, minggu ketiga mulai menjual produk.


5. Belajar dari Role Model

Setiap orang punya metode belajar sendiri. Ada yang tak masalah mengulik sendiri, tak sedikit juga yang membutuhkan mentor atau Role model sebagai acuan, panduan belajar bisnis.

Sekarang ini sudah banyak sesi Coaching clinic atau mentoring bersama pengusaha atau tokoh ternama, tetapi pasti investasinya tidak sedikit. Jika kamu masih sangat pemula, kita bisa belajar gratis tapi 'mahal'.

Caranya dengan membaca buku tentang tokoh bisnis, ilmu mengelola keuangan bisnis, juga mendengarkan podcast. 

Banyak podcast youtube yang isinya sangat daging membahas A-Z bisnis, studi kasus orang yang gagal bahkan bangkrut karena ditipu, dan lainnya. Pelajaran mahal bahwa bisnis tak hanya soal untung, ada risiko yang harus siap ditanggung kala sudah siap jadi bos untuk diri sendiri.