4 Langkah untuk Menciptakan Ruang Aman Bagi Perempuan

Perempuan juga berhak untuk aman di lingkungannya (Sumber: Freepik.com dan Canva)


Perempuan masih sering menghadapi rasa cemas saat berada di ruang publik. Mulai dari jalan kaki sendirian, naik transportasi umum, nongkrong sendirian di tempat ramai, sampai hanya mengunggah outfit di media sosial, semuanya dibayang-bayangi rasa takut.

Padahal, ruang publik seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk semua, bukan tempat yang membuat perempuan harus terus siaga setiap saat.

Menciptakan ruang aman untuk perempuan berarti mulai untuk menerapkan budaya sosial yang positif dengan dibangun oleh kebersaman.

Rasa aman itu hadir ketika perempuan bisa bergerak, berbicara, dan berekspresi tanpa takut direndahkan, diganggu, atau dijadikan target dengan perilaku yang tidak pantas. 
 

4 Langkah untuk Menciptakan Ruang Aman Bagi Perempuan

Gimana hal itu bisa terwujud, Be-emers? Kita bisa coba empat langkah awal ini yang bisa mulai diterapkan bersama.


1. Bangun Budaya Saling Menghormati

Ruang publik akan terasa aman kalau orang-orang di dalamnya terbiasa untuk menghormati, bukan bebas menilai seseorang dari atas kepala sampai ujung kaki.


Perempuan juga berhak untuk merasa aman dengan bentuk tubuhnya sendiri hingga cara berpakaiannya saat berada di tempat umum.

Lingkungan masyarakat harus mulai menerapkan etika dasar yang telah diajarkan sejak dini, seperti menjaga ucapan, menjaga tatapan, dan tidak boleh mengomentari hal personal milik orang lain.

Ketika budaya menghormati bisa menjadi lebih kuat daripada budaya menghakimi, perempuan bisa merasa lebih nyaman dan aman untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.

 

2. Jadikan Komunitas sebagai Ruang Edukasi

Tempat aman tidak selalu dibangun dari peraturan formal, tetapi juga dari obrolan sehari-hari di lingkungan pertemanan. Generasi seperti Gen Z mempunyai pengaruh yang cukup besar untuk bisa menciptakan lingkungan yang sehat dengan cara positif, menyenangkan, dan menghargai satu sama lain.

Kita harus mulai untuk membiasakan percakapan yang membangun rasa empati dalam diri kita, seperti kenapa perempuan sering mendapatkan catcalling di jalan dan kenapa perempuan harus mengikuti standar ganda yang diterapkan.

Dengan memiliki lingkungan pertemanan bisa menjadi tempat edukasi dan sehat, kita juga bisa menerapkan pola pikir yang lebih menghargai kepada masyarakat lainnya.