Mewujudkan Kesetaraan Gender Lewat Fashion yang Sesuai Syariat Islam

Fashion/foto dari instagram @womenwear

Hari ini diperingati hari Kartini, hari emansipasi wanita, tetapi teman-teman tahu enggak bahwa sejak Islam ada, kaum perempuan ini kedudukannya begirltu dimuliakan. Gaung kesetaraan gender seringkali terdengar di antara para feminisme padahal dalam Islam kesetaraan gender itu sudah lama diberlakukan. 
 
Namun, pada kenyataannya tidak semua orang tahu akan kesetaraan gender yang sebenarnya? Kesetaraan gender itu bukan berarti wanita harus bekerja sebagai seseorang yang menggunakan kemampuan fisik seperti seorang laki-laki. Bukan.

Secara fisik perempuan dan laki-laki berbeda, yang berarti pekerjaanmu akan memberikan perbedaan pada keduanya. Lalu, untuk apa sih kesetaraan gender itu?
 

Kesetaraan Gender Dari Masa ke Masa

Ketika Islam datang, harkat dan martabat perempuan naik. Perlakuan wanita tidak melulu pada pemuas nafsu laki-laki. Wanita berhasil menduduki tempat yang tinggi dalam keilmuan. Dalam Islam ada Aisyah binti Abu Bakar ra, yang telah mengeluarkan 2.210 hadits semasa hidupnya. Pencapaian yang tidak bisa disangkal bagi seorang feminism.
 
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An Nahl: 97)
 
Allah telah memberikan keluasan bagi laki-laki dan perempuan untuk beramal dan mengerjakan kebaikan. Perempuan bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi daripada laki-laki. Tidak ada batasan dia tidak boleh bersekolah tinggi. Bahkan mencari ilmu itu wajib baik untuk laki-laki atau pun perempuan.
 
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An Nisa': 32)
 
Namun, perempuan harus ingat bahwa sudah dikatakan bahwa pencapaian antara laki-laki dan perempuan itu berdasarkan apa yang telah diusahakannya.

Jika dia berusaha sungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi, maka dia akan mendapatkannya lebih dari seorang laki-laki. Jadi, jangan ragu lagi bahwa kesetaraan gender itu sudah ada dan tidak perlu digaungkan secara berlebihan, bukan?