Daya Beli Menurun, 7 Peluang Bisnis yang Tetap Laris Saat Krisis

Peluang bisnis di tengah krisis [Freepik]

Peluang bisnis di tengah krisis [Freepik]


Beberapa waktu lalu, sebuah meme menarik berseliweran di Instagram. Generasi milenial ditasbihkan sebagai generasi paling tangguh karena berhasil survive walau telah melewati banyak sekali situasi genting.

Mulai dari krisis finansial 1998, krisis keuangan global 2008 yang sempat membuat pasar kolaps, pandemi COVID-19, hingga perang AS - Israel versus Iran yang semakin memanas entah sampai kapan.

Konflik ini disertai ancaman Perang Dunia 3 yang membuat kalut. Belum lagi quarter life crisis karena tante bawel yang terus memberondong kekepoannya kenapa keponakannya belum menikah juga.

Kata krisis identik dengan situasi menakutkan. Daya beli menurun, ketidakpastian ekonomi meningkat, banyak bisnis terpaksa gulung tikar. Namun, kalau jeli sebenarnya banyak peluang yang justru mendatangkan cuan.


Peluang Bisnis di Tengah Krisis yang Patut Dilirik

Perubahan perilaku konsumen saat krisis menciptakan kebutuhan baru yang belum tentu terpikirkan sebelumnya. Apa saja?


1. Dagang Kebutuhan Pokok

Peluang pertama adalah berdagang kebutuhan pokok. Sebut saja warung sembako, warung Madura yang akan selalu dicari dalam kondisi apapun. Semahal apapun harga beras yang menguar di headline berita, manusia tetap butuh makan.


Kamu bisa memulainya bahkan dari teras rumah. Jadikan teras kubikel kecil untuk menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Beras, telur, gula, mi instan, juga sandal jepit pasti laku dan tetap dicari.


2. Katering Rumahan

Kamu punya indra perasa tajam dan piawai berkreasi resep baru? Kenapa tidak coba menjadikannya ladang uang?

Jika harga kebutuhan pokok serba mahal, tak menutup kemungkinan orang akan berpikir untuk memesan katering saja. Harganya terjangkau, praktis utamanya untuk orang yang bekerja sehingga tak sempat memasak.

Kamu juga bisa menawarkan sistem langganan menu mingguan atau bulanan yang variatif. Hal ini akan membantu menjaga pemasukan tetap stabil.


3. Usaha Laundry Kiloan

Hunian masa kini kian minimalis, anak muda akan memilih laundry pakaian lalu tinggal ambil jika sudah selesai nanti. Terlebih, laundry tak mengenal cuaca. Pun hujan deras baju tetap kering!
 
Untuk memulai, kamu hanya membutuhkan mesin cuci, deterjen, dan tempat sederhana. Fokuslah pada pelayanan cepat dan hasil yang bersih juga wangi. Kamu juga bisa menawarkan layanan antar-jemput untuk menambah nilai.


4. Barang Preloved

Kondisi krisis biasanya disertai biaya logistik bakal naik. Di sini peluangnya: jual barang preloved atau dikenal juga dengan thrifting. 

Bisa baju, buku second, atau barang elektronik yang tentunya masih layak pakai. Untuk menambah kesan premium, menangkan produk second kamu dengan kemasan menarik.


5. Jasa Servis

Lagi, jasa servis akan menjadi bisnis tahan banting di tengah kondisi tidak pasti. Alsannya: orang akan berpikir untuk memperbaiki barang lama dibanding buru-buru upgrade barang versi terbaru. Peluang yang dapat dicoba:
  • Servis alat elektronik (HP, laptop, TV)
  • Bengkel kecil di garasi rumah
  • Reparasi alat rumah tangga (mesin cuci, pipa, paralon bocor, dan sejenisnya)


6. Agen Gas LPG & Air Galon

Agar dapul tetap ngebul, gas akan selalu dibutuhkan. Bahkan ketika ada saja oknum yang memanfaatkan situasi dan menjual dengan harga tinggi, gas dan galon akan tetap laku.

Jasa agen lain yang dapat dipertimbangkan:
  • Agen pulsa elektronik, kuota internet, paket data
  • Voucher token listrik
  • Tiket transportasi bekerja sama dengan mitra (tiket bus, pesawat, kendaraan travel, dan lainnya)
  • Jualan frozen food aneka jenis (dimsum, pangsit, chicken nugget, dan sejenisnya)
  • Kemitraan dengan agen pengiriman paket (drop point) karena peningkatan tren belanja online.